Kredit Foto:Korpusipb.com. Viralterkini.id – Indonesia selama ini dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, namun menurut peneliti terkemuka dari IPB University, sebagian besar potensi biologis negara belum sepenuhnya terkuak — terutama kekayaan yang tak kasat mata seperti mikroorganisme.
Prof. Antonius Suwanto, Guru Besar Departemen Biologi di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB University, mengungkap dalam sebuah pernyataan bahwa hampir 95 persen dunia mikroba di Indonesia masih belum dipahami secara ilmiah.
Hal ini disampaikan melalui siaran resmi kampus dan juga dibahas dalam episode IPB Podcast di kanal IPB TV.
Menurut Antonius, kekayaan mikroba yang belum tersentuh ini merupakan peluang strategis besar bagi ilmu pengetahuan dan pengembangan teknologi.
Mikroorganisme yang tersebar di berbagai ekosistem — mulai dari laut, tanah, hingga sumber air panas — memiliki potensi aplikasi yang luas, termasuk dalam bioteknologi, kesehatan, dan industri modern.
“Sebanyak 95 persen dari mikroba yang ada masih menjadi misteri. Ini bukan hanya tantangan ilmiah, tetapi juga peluang untuk pemanfaatan yang berdampak luas,” ujar Antonius.
Relevansi Strategis bagi Bisnis dan Kebijakan
Temuan ini bisa menjadi rujukan penting bagi pengembangan riset nasional, investasi dalam teknologi bioteknologi, serta pembentukan kebijakan inovasi berbasis sains.
Indonesia memiliki laboratorium alam yang kaya, namun masih kurang terintegrasi ke dalam strategi komersialisasi dan nilai tambah industri.
Sebagai contoh, mikroba dari lingkungan ekstrem mampu menghasilkan enzim yang tahan suhu tinggi — komponen penting dalam berbagai aplikasi industri, termasuk proses bioteknologi untuk diagnosis kesehatan dan produksi biofarmasi.
Namun, Antonius juga menyoroti bahwa sebagian besar temuan riset mikroba masih berhenti di tingkat laboratorium tanpa dilanjutkan ke skala aplikatif atau komersial.
Situasi ini menunjukkan perlunya kolaborasi yang lebih erat antara akademisi, sektor riset, dan ekosistem industri untuk menjembatani temuan ilmiah dengan inovasi pasar.
Arah Ke Depan
Penekanan pada eksplorasi mikroba di Indonesia membuka cakrawala baru bagi institusi pendidikan, lembaga riset, dan pelaku industri untuk memperkuat daya saing ilmu pengetahuan nasional.
Dengan potensi sekurang-kurangnya 95 persen kekayaan mikroba yang masih “masa depan”, Indonesia dipandang memiliki capital science yang besar untuk dikembangkan sebagai aset strategis dalam era ekonomi berbasis pengetahuan. (**)
Tidak ada komentar