Kepala DPMPTSP Sulsel Asrul Sani (kiri) bersama delegasi Kedutaan Besar Singapura. Kredit Foto: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulsel Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Selatan sepanjang tahun 2025 mencapai Rp19,5 triliun, melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Capaian tersebut menunjukkan tren positif iklim usaha di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan, Asrul Sani, mengatakan nilai investasi tahun 2025 meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Target dalam RPJMD sekitar Rp16,6 triliun, sementara realisasinya menembus Rp19,5 triliun. Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap Sulawesi Selatan terus menguat,” ujar Asrul, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai, pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif mulai membuahkan hasil.
Berdasarkan sumber modal, investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai lebih dari Rp11,5 triliun.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat menyumbang sekitar Rp8 triliun.
Menurut Asrul, komposisi tersebut menunjukkan minat investor lokal tetap kuat, seiring dengan meningkatnya ketertarikan investor asing terhadap potensi ekonomi Sulawesi Selatan.
“Kami melihat keseimbangan yang baik antara PMDN dan PMA. Ini menandakan Sulsel tidak hanya bergantung pada modal luar, tetapi juga didukung kekuatan investasi nasional,” katanya.
Masuknya investasi tersebut turut berdampak pada perluasan lapangan pekerjaan. Sepanjang 2025, sektor-sektor usaha di Sulawesi Selatan menyerap lebih dari 26 ribu tenaga kerja Indonesia serta hampir 300 tenaga kerja asing.
“Pertumbuhan investasi ini bukan hanya soal angka, tetapi juga menyentuh langsung masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja baru,” ujar Asrul.
Ia menambahkan bahwa peningkatan serapan tenaga kerja menjadi salah satu indikator keberhasilan kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
Adapun sektor usaha yang paling banyak menyumbang realisasi investasi antara lain pertambangan, kawasan perumahan dan industri, perdagangan dan jasa, transportasi dan pergudangan, serta industri makanan.
Asrul menyebut sektor-sektor tersebut masih menjadi tulang punggung pertumbuhan investasi di Sulawesi Selatan karena memiliki potensi pasar yang besar dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat reformasi pelayanan perizinan dan penyederhanaan birokrasi.
“Kami terus melakukan pembenahan sistem perizinan agar lebih cepat, transparan, dan ramah investor. Tujuannya agar dunia usaha merasa aman dan nyaman berinvestasi di Sulsel,” kata Asrul.
Ia berharap capaian investasi tahun 2025 dapat menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun-tahun mendatang. (**)
Tidak ada komentar