x Pulau Seribu Asri

Ramadan 2026 Dorong Lonjakan Konsumsi, Peluang Bisnis Kian Variatif

waktu baca 2 menit
Rabu, 18 Feb 2026 13:35 19 Rainy Bintang

Viralterkini.id – Lonjakan konsumsi masyarakat menjelang bulan suci tidak hanya menjadi fenomena spiritual, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang signifikan. Setiap tahun, pola belanja warga berubah drastis dan menciptakan ceruk pasar baru bagi pelaku usaha, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Memasuki Ramadan 2026, tren bisnis diprediksi didominasi perpaduan antara kebutuhan tradisional dan gaya hidup sehat berbasis digital. Peningkatan kebutuhan pangan, perlengkapan ibadah, hingga tradisi berbagi yang kini serba praktis menjadi faktor pendorong utama.

Kuliner Sehat Jadi Primadona
Sektor kuliner tetap menjadi primadona. Namun, terjadi pergeseran preferensi konsumen ke arah menu takjil sehat. Produk berbahan organik, rendah gula, hingga olahan seperti puding chia seed dan kolak rendah kalori mulai menggeser dominasi jajanan pasar konvensional.

Selain itu, bisnis katering sahur dan berbuka puasa semakin diminati, khususnya di kalangan urban yang memiliki keterbatasan waktu memasak. Inovasi minuman herbal seperti jahe dan kunyit asam dalam kemasan premium juga diproyeksikan mendulang keuntungan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Busana, Hampers, dan Produk Halal Naik Daun
Di luar sektor makanan, busana muslim dan perlengkapan ibadah seperti mukena dan sajadah tetap mencatat permintaan stabil. Namun, peluang yang lebih menjanjikan muncul dari bisnis hampers atau bingkisan Lebaran yang kini menjadi tradisi sosial yang kuat.

Produk perawatan diri dan parfum berlabel halal juga diperkirakan mengalami kenaikan signifikan menjelang Idulfitri. Pelaku usaha yang mampu memanfaatkan platform digital berpotensi menjangkau pasar lebih luas, mengingat belanja daring telah menjadi kebiasaan utama lintas generasi.

Jasa Kreatif dan Model Sosial Ikut Berkembang
Aspek jasa pun tak kalah potensial. Permintaan akan konten media sosial, desain grafis kartu ucapan, hingga penulisan artikel bertema Islami meningkat tajam, terutama dari perusahaan yang ingin menjaga engagement dengan pelanggan selama Ramadan.

Bahkan, muncul model bisnis berbasis sosial berupa pengelolaan paket sedekah buka puasa secara profesional. Skema ini memadukan semangat berbagi dengan tata kelola bisnis yang transparan dan terorganisir.

Kunci Sukses: Stok, Promosi, dan Kualitas Layanan
Keberhasilan mengeksekusi ide bisnis Ramadan 2026 sangat bergantung pada kesiapan stok sejak dini, optimalisasi promosi melalui media sosial, serta konsistensi menjaga kualitas layanan. Pelaku usaha juga diingatkan untuk tetap mengedepankan nilai keberkahan dan etika bisnis selama bulan suci.

Dengan strategi yang tepat, momentum Ramadan bukan hanya menghadirkan peningkatan omzet musiman, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan usaha yang berkelanjutan setelah bulan suci berakhir. (rby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

20 hours ago
20 hours ago
20 hours ago
20 hours ago
20 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!