x Pulau Seribu Asri

Puasa Tak Hanya Ibadah, Justru Ampuh Jaga Kesehatan Mental

waktu baca 3 menit
Kamis, 19 Feb 2026 16:10 16 Arthur

Viralterkini.id – Psikiater Lahargo Kembaren dari bidang Pengabdian Masyarakat PP-PDSKJI menjelaskan bahwa puasa tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga memberi manfaat besar bagi kesehatan mental.

Ia menyebut puasa sebagai bentuk “detoksifikasi psikologis” yang membantu seseorang merapikan pola pikir, emosi, dan kebiasaan mental.

Menurut Lahargo, selama ini puasa kerap dipahami sebagai latihan pengendalian diri dalam konteks keagamaan.

Namun, dalam sudut pandang psikologi dan psikiatri modern, pembatasan makan yang dilakukan secara sadar juga berperan penting dalam regulasi emosi, fungsi kognitif, serta keseimbangan mental.

Ia menegaskan bahwa istilah detoksifikasi psikologis tidak dimaknai sebagai pembuangan racun secara fisik.

“Detoksifikasi psikologis menggambarkan proses menata ulang pikiran, emosi, dan kebiasaan mental yang mungkin sudah terlalu penuh oleh distraksi dan tekanan,” ujarnya dalam keterangan, Kamis (19/2).

Puasa, lanjut Lahargo, melatih kemampuan mengendalikan emosi karena individu belajar menahan rasa lapar, lelah, dan dorongan impulsif. Proses ini membuat seseorang lebih sadar sebelum bereaksi.

“Puasa melatih hati untuk merespons dengan sadar, bukan sekadar bereaksi,” katanya.

Ia mencontohkan beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan, seperti menarik napas perlahan ketika emosi meningkat atau menunda merespons pesan dan konflik hingga perasaan lebih stabil.

Selain itu, aktivitas spiritual selama puasa seperti doa, refleksi diri, dan ibadah rutin berfungsi sebagai spiritual coping.

Cara ini membantu memperkuat makna hidup, meningkatkan harapan, serta membuat seseorang lebih tenang saat menghadapi tekanan.

Contohnya, membaca kitab suci atau renungan, serta menuliskan tiga hal yang patut disyukuri setiap malam.

“Dalam hening puasa, jiwa belajar menemukan arti di tengah keterbatasan,” ucapnya.

Dari sisi kesehatan mental, puasa yang dijalani dengan benar juga dapat menurunkan persepsi stres.

Tubuh dan pikiran beradaptasi dengan ritme baru sehingga resiliensi meningkat dan individu tidak mudah merasa kewalahan.

Beberapa kegiatan pendukung yang disarankan antara lain berjalan santai atau berolahraga ringan menjelang berbuka, serta mengurangi paparan berita dan media sosial yang memicu kecemasan.

“Puasa bukan sekadar menahan makan, tetapi memberi ruang bagi pikiran untuk beristirahat,” katanya.

Lahargo juga menyinggung potensi perubahan positif pada fungsi otak, seperti meningkatnya fleksibilitas berpikir dan kontrol impuls.

Ia menilai puasa melatih kemampuan berkata “cukup” terhadap berbagai dorongan berlebihan.

Sebagian orang bahkan merasakan kejernihan mental selama berpuasa. Hal ini dapat terjadi karena berkurangnya overstimulasi dan meningkatnya kesadaran diri.

Dalam perspektif psikologi, fokus menjadi lebih terarah, pikiran terasa lebih ringan, dan prioritas hidup semakin jelas.

Contoh langkah praktisnya adalah menyusun tiga prioritas utama setiap pagi dan mengurangi kebiasaan multitasking berlebihan.

“Ketika distraksi berkurang, pikiran menemukan arah,” ujarnya.

Puasa juga sering diiringi dengan kegiatan berbagi dan kebersamaan. Dukungan sosial merupakan faktor pelindung penting bagi kesehatan mental.

Melalui relasi yang hangat, seseorang dapat merasakan empati yang lebih dalam, koneksi emosional yang kuat, serta rasa memiliki dalam komunitas.

Contohnya, berbuka bersama keluarga atau teman, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan

“Puasa tidak hanya mendekatkan diri pada Tuhan, tetapi juga pada sesama,” kata Lahargo.

Ia menyimpulkan bahwa puasa bukan sekadar ritual fisik, melainkan perjalanan psikologis dan spiritual

“Puasa adalah ibadah yang memberi jeda bagi raga dan pikiran, sehingga jiwa bisa kembali seimbang,” pungkasnya. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!