Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kredit Foto: Tribunnews.com Viralterkini.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan pengawasan ketat di seluruh hutan kota Jakarta. Langkah ini menyusul viralnya dugaan aktivitas asusila di Hutan Kota Cawang, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.
Pramono menegaskan ruang publik harus tetap aman dan digunakan sesuai fungsi. Pemerintah tidak membiarkan fasilitas umum disalahgunakan oleh pihak tertentu.
Ia menyampaikan perintah tersebut saat Safari Ramadan 1447 Hijriah di wilayah Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2026).
Pramono menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, mulai dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, untuk meningkatkan patroli rutin.
Petugas Satpol PP akan berjaga dan berpatroli setiap hari. Pemerintah juga memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik rawan.
“Patroli ditingkatkan dan hutan kota harus dijaga agar aman,” kata Pramono kepada wartawan.
Pengawasan difokuskan pada malam hari dan jam rawan aktivitas pelanggaran.
Pramono menegaskan penertiban tidak hanya dilakukan di Hutan Kota Cawang. Pemerintah juga memperketat pengawasan di taman-taman lain yang beroperasi 24 jam.
Pemprov DKI memastikan semua fasilitas umum digunakan sesuai peruntukan. Pemerintah ingin menjaga ketertiban selama bulan suci Ramadan.
“Semua taman kami awasi, termasuk yang buka 24 jam,” ujar Pramono.
Sebelumnya, media sosial ramai membahas dugaan aktivitas mesum sesama jenis di Hutan Kota Cawang, Makasar, Jakarta Timur.
Petugas menemukan sejumlah alat kontrasepsi dan botol minuman keras di lokasi tersebut. Temuan itu memicu kekhawatiran warga sekitar.
Warga meminta pemerintah bertindak cepat agar kejadian serupa tidak terulang.
Pramono menegaskan ruang publik harus menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh warga. Pemerintah berkomitmen menjaga taman dan hutan kota dari aktivitas yang melanggar norma.
Ia juga meminta masyarakat ikut melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kita jaga bersama ruang publik agar tetap aman dan bermanfaat,” tutup Pramono.
Pemprov DKI Jakarta berharap langkah ini dapat menciptakan suasana kondusif selama Ramadan dan seterusnya di seluruh wilayah Jakarta. (**)
Tidak ada komentar