x Pulau Seribu Asri

Prajurit AS Ramai-ramai Cari Cara Hindari Penugasan Perang Iran

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 21:01 19 Arthur

Viralterkini.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mulai memengaruhi psikologi prajurit Amerika. Kini, banyak tentara aktif mencari cara agar terhindar dari kemungkinan penugasan perang ke Timur Tengah.

Karena situasi tersebut, hotline organisasi advokasi tentara penolak perang terus menerima telepon. Banyak prajurit menghubungi layanan itu untuk meminta bantuan.

Direktur Eksekutif Center on Conscience & War, Mike Prysner, mengungkapkan kondisi tersebut melalui unggahannya di platform X pada Sabtu (7/3/2026).

Menurut Prysner, banyak tentara menyampaikan penolakan terhadap kemungkinan perang melawan Iran.

“Kami menerima banyak panggilan dari prajurit yang menolak ditugaskan berperang melawan Iran,” tulis Prysner.

Lembaga Advokasi Bantu Tentara Menolak Penugasan Perang

Center on Conscience & War membuka hotline khusus bagi tentara yang memiliki keberatan moral terhadap perang. Selain itu, organisasi ini juga memberi panduan hukum bagi prajurit yang ingin menolak keterlibatan militer.

Karena itu, semakin banyak tentara mulai mencari informasi mengenai hak mereka. Sebagian dari mereka ingin memahami cara mengajukan keberatan secara resmi.

Menurut Prysner, lonjakan panggilan juga berkaitan dengan rencana pengerahan pasukan Amerika ke Timur Tengah.

Ia menjelaskan bahwa jumlah pasukan yang mungkin berangkat ke kawasan tersebut jauh lebih besar dari informasi publik Pentagon.

Akibatnya, kekhawatiran mulai muncul di kalangan prajurit aktif. Banyak tentara mulai mempertanyakan tujuan perang tersebut.

Selain itu, kabar mengenai korban pertama dari pihak Amerika memperkuat kegelisahan di kalangan militer.

“Dengan diumumkannya kematian pertama warga Amerika dalam perang yang tidak bermoral ini, banyak prajurit mulai mempertanyakan peran mereka,” ujar Prysner.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa organisasinya akan terus membantu para tentara.

“Peran kami adalah mencari mereka, membela mereka, dan membantu membawa mereka pulang,” kata Prysner.

Intelijen AS Ragukan Tujuan Menggulingkan Pemerintah Iran

Sementara itu, laporan intelijen Amerika Serikat justru memberi gambaran berbeda. Para analis meragukan keberhasilan strategi militer untuk menggulingkan pemerintahan Iran.

Sebuah dokumen rahasia yang diperoleh Washington Post menyebut struktur politik dan militer Iran sangat kuat. Karena itu, sistem pemerintahan negara tersebut diperkirakan tetap bertahan meski menghadapi tekanan militer besar.

Temuan ini muncul ketika pemerintahan Presiden Donald Trump memberi sinyal kemungkinan perang panjang dengan Iran.

Bahkan, beberapa pejabat Amerika menyatakan konflik tersebut “baru saja dimulai”.

Namun demikian, tiga sumber yang mengetahui dokumen itu menyebut komunitas intelijen Amerika memiliki pandangan berbeda. Para analis meragukan rencana Trump untuk mengganti kepemimpinan Iran.

Analisis Intelijen: Struktur Kekuasaan Iran Sulit Digulingkan

Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Intelligence Council/NIC) menyusun asesmen tersebut sekitar sepekan sebelum Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan.

Para analis kemudian menguji beberapa skenario militer. Pertama, mereka mempelajari kemungkinan serangan terbatas terhadap pemimpin Iran. Kedua, mereka menilai dampak serangan besar terhadap institusi pemerintahan.

Namun hasil analisis menunjukkan kesimpulan yang sama. Struktur kekuasaan Iran diperkirakan tetap bertahan.

Jika serangan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, para ulama dan pimpinan militer kemungkinan segera mengaktifkan mekanisme konstitusional.

Melalui mekanisme itu, Iran dapat menjaga kesinambungan pemerintahan.

Di sisi lain, kelompok oposisi Iran masih terpecah. Karena itu, oposisi sulit mengambil alih kekuasaan dalam waktu dekat.

Para sumber yang dikutip Washington Post menilai peluang oposisi menguasai pemerintahan Iran sangat kecil.

Sementara itu, Dewan Intelijen Nasional sendiri terdiri dari analis senior komunitas intelijen Amerika. Mereka menyusun laporan strategis berdasarkan analisis kolektif dari 18 lembaga intelijen AS. (**)

INSTAGRAM

21 hours ago
23 hours ago
23 hours ago
23 hours ago
23 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri