Viralterkini.id, HALTENG – Isu lingkungan kini bukan lagi sekadar wacana di tingkat nasional. Di Patani Utara, Halmahera Tengah, kesadaran itu tumbuh dari akar rumput melalui peluncuran Biblel Coffee dan Project Tausia Hijau. Gerakan ini bertujuan menguji sejauh mana persoalan sampah plastik masuk dalam radar prioritas para calon pemimpin desa.
Inisiatif ini digagas oleh Komunitas Biblel, sebuah wadah pemuda lokal yang secara konsisten bergerak pada isu persampahan. Melalui Biblel Coffee yang berlokasi di Jalan Raya Desa Tepeleo Batu Dua—tepat di depan Monumen Tugu Pala—mereka ingin membuktikan bahwa persoalan limbah adalah urusan politik yang mendesak bagi keberlanjutan desa.
Sampah sebagai ‘Mata Uang’
Di Biblel Coffee, pengunjung diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular yang konkret. Bagi mereka yang membawa minimal 2 kilogram sampah plastik, “mata uang” tersebut dapat ditukarkan dengan segelas kopi gratis di minibar barista.
Koordinator Komunitas Biblel, Fikra Majid, menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya menggeser paradigma lama.
“Sebagai komunitas pemuda yang fokus pada isu persampahan, kami ingin menggeser cara pandang warga. Sampah plastik bukan lagi sekadar limbah, tetapi memiliki nilai guna. Kami ingin warga melihat potensi ekonomi di balik sesuatu yang selama ini hanya dibuang,” ujarnya.

Ket. Foto: Suasana peluncuran Biblel Coffee dan Project Tausia Hijau yang turut dihadiri oleh jajaran calon kepala desa serta elemen masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan peduli sampah plastik di Patani Utara. Foto. ist
Menguji Komitmen Calon Kepala Desa
Inti dari gerakan ini terletak pada Project Tausia Hijau, ruang diskusi berseri yang menghadirkan para calon kepala desa dari Desa Pantura Jaya, Desa Tepeleo, dan Desa Tepeleo Batu Dua. Di hadapan pemuda, karang taruna, dan warga, para kandidat ditantang membedah gagasan konkret mengenai pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
”Ini adalah ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk mengetahui sejauh mana komitmen para kandidat dalam mengatasi persoalan sampah di tingkat desa,” tambah Fikra.
Dukungan Lintas Sektor Pemerintah
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Muksin Ibrahim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Tengah. Selain dukungan dari tingkat kabupaten, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Camat Patani Utara, yang menilai kolaborasi ini krusial untuk perubahan di tingkat lokal.
Dalam sambutannya, Muksin Ibrahim menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian Komunitas Biblel menghadirkan ruang publik yang kreatif sekaligus edukatif. Ia menilai langkah ini merupakan semangat luar biasa yang sejalan dengan fokus pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan sampah plastik.

Ket. Foto: Plt. Kadis Pendidikan sekaligus Kadispora Halteng Muksin Ibrahim, Camat Patani Utara, dan Founder Komunitas Biblel Faizal Ikbal. Foto. ist
“Inisiatif seperti ini sangat positif. Selain melibatkan anak muda, pendekatan kreatif ini efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap persoalan sampah,” ungkap Muksin.
Melalui sinergi antara edukasi, politik hijau, dan aksi nyata, Komunitas Biblel berharap Biblel Coffee menjadi titik awal lahirnya kebijakan desa yang lebih sehat dan berkelanjutan di Bumi Fagogoru. (dano)