x Pulau Seribu Asri

Polisi Periksa Pemilik dan Sopir Ambulans dalam Kasus Kematian Wartawan di Hotel Jakbar

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Apr 2025 20:20 215 Agung

Viralterkini.id, Jakarta — Kepolisian memeriksa dua orang saksi terkait kasus kematian wartawan media online berinisial SW (32) yang ditemukan tewas di Hotel D’Paragon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dua saksi tersebut adalah SF selaku pemilik ambulans dan AS yang bertindak sebagai sopir ambulans.

Pemeriksaan berlangsung di Polda Metro Jaya pada Minggu (6/4) dini hari. Kuasa hukum kedua saksi, Subadria Nuka, menyebut pemeriksaan dilakukan sekitar empat jam, dimulai pukul 00.30 WIB hingga 04.30 WIB.

“(Klien kami) diperiksa sebagai saksi karena kehadiran mereka ke hotel wilayah Jakbar tersebut atas adanya orderan dari seorang wanita yang mengaku teman dekat korban,” ujar Subadria dalam keterangan tertulis, Senin (7/4).

Ia menjelaskan, perempuan tersebut memesan layanan ambulans dengan alasan korban tengah sakit dan perlu segera dibawa ke rumah sakit di kawasan Kebon Jeruk. Pesanan itu dilakukan melalui pesan singkat.

Kuasa hukum lainnya, Stein Siahaan, menambahkan bahwa sesampainya di lokasi, klien mereka mendapati SW sudah dalam keadaan tak bernyawa di dalam kamar hotel.

“Sesampainya klien kami di kamar hotel tersebut ternyata setelah dilihat almarhum sudah tergeletak dan terlihat seperti sudah meninggal beberapa jam sebelumnya. Perempuan yang memesan ambulans tetap mengaku sebagai teman korban,” jelas Stein.

Diketahui sebelumnya, jenazah SW ditemukan pada Jumat malam (4/4). Kematian pria yang diketahui bekerja sebagai jurnalis ini menimbulkan tanda tanya, lantaran diduga ada unsur kekerasan.

Kuasa hukum keluarga korban, Rogate Oktoberius Halawa, telah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Ia menduga kliennya menjadi korban kekerasan hingga berujung kematian.

Namun demikian, pihak kepolisian menyatakan hasil autopsi sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya indikasi infeksi pada paru-paru korban.

“Berdasarkan hasil autopsi sementara, terdapat indikasi adanya infeksi pada paru-paru, yang diduga penyakit TBC,” ungkap Ade Ary dalam pernyataannya, Minggu (6/4).

Selain itu, ditemukan perlengketan hebat pada paru kanan dengan dinding dada serta penumpukan cairan pada hampir seluruh organ tubuh. Luka lecet pada bibir korban juga ditemukan, namun diduga akibat benturan dengan lantai, bukan karena kekerasan.

“Hingga saat ini, tidak ditemukan luka jeratan maupun luka sayatan. Lebam yang ditemukan juga merupakan lebam khas jenazah,” jelas Ade Ary.

Untuk memastikan penyebab pasti kematian, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan berupa toksikologi dan histopatologi.

Penyelidikan atas kasus ini masih terus berlanjut. Polisi menyatakan akan memeriksa lebih lanjut saksi-saksi lainnya guna mengungkap secara utuh penyebab kematian wartawan tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!