x Pulau Seribu Asri

Persija Keluhkan Rumput JIS, Janji Stadion Ideal dari Pramono Disorot

waktu baca 4 menit
Selasa, 17 Mar 2026 10:03 9 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA – Kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi sorotan setelah pemain dan pelatih Persija Jakarta mengaku kecewa dengan kualitas lapangan.

Kritik tersebut muncul usai Persija hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Dewa United pada pekan ke-25 kompetisi Super League, Minggu (15/3/2026) malam.

Para pemain menilai kualitas rumput stadion yang menjadi markas Persija itu tidak berada dalam kondisi ideal untuk pertandingan profesional.

Bola dinilai sering memantul tidak wajar sehingga mengganggu aliran permainan dan membuat tim kesulitan menjalankan strategi.

Bek Persija, Jordi Amat, secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya setelah pertandingan.

Pemain naturalisasi tersebut mengatakan kondisi lapangan membuat permainan tim tidak berjalan seperti yang diharapkan.

“Kami sangat kecewa dan marah. Ini bukan hasil yang kami inginkan,” ujar Jordi Amat usai pertandingan.

Menurutnya, kualitas rumput di JIS membuat bola sering bergerak tidak stabil. Hal itu menyulitkan para pemain untuk mengontrol bola maupun membangun serangan dengan cepat.

Ia menilai kondisi tersebut membuat permainan Persija tidak maksimal sepanjang pertandingan. Bahkan, menurutnya, karakter pergerakan bola menjadi sulit diprediksi.

“Kadang bola melaju sangat cepat, kadang sangat lambat. Bola juga tidak bergerak lurus. Rasanya seperti bermain di permainan yang berbeda,” kata Jordi Amat.

Pemain yang berposisi sebagai bek tersebut juga mempertanyakan keputusan tim harus bermain di stadion tersebut jika kondisi lapangan belum sepenuhnya siap untuk pertandingan kompetitif.

“Saya tidak tahu kenapa kami bermain di sini. Menurut saya ini justru merugikan kami. Kami ingin memainkan sepak bola yang bagus, tetapi tentu saja itu bukan alasan,” ujarnya.

Meski demikian, Amat menegaskan bahwa seluruh pemain tetap berusaha memberikan yang terbaik di tengah kondisi yang tidak ideal. Ia menyebut tim akan segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya.

“Kami sudah tahu kondisinya dan tetap mencoba memberikan yang terbaik,” tambahnya.

Kritik serupa juga disampaikan pelatih Persija, Mauricio Souza. Pelatih asal Brasil tersebut menilai kualitas rumput JIS membuat timnya kesulitan mengalirkan bola dengan cepat, yang merupakan bagian penting dari strategi permainan Persija.

Menurut Souza, kondisi lapangan yang tidak stabil membuat timnya gagal bermain efektif sepanjang laga melawan Dewa United.

“Kondisi lapangan sangat tidak wajar untuk menyelenggarakan pertandingan sebesar ini,” kata Souza.

Ia menjelaskan bahwa dari luar mungkin kondisi lapangan terlihat normal, namun para pemain yang berada di dalam lapangan merasakan langsung bagaimana bola sulit dikendalikan.

“Orang mungkin tidak bisa menilai dari luar bagaimana buruknya kondisi lapangan. Tetapi kami yang bermain merasakannya. Kami ingin menguasai bola dan mengalirkannya dengan cepat, namun di lapangan seperti ini hal itu sulit dilakukan,” ujarnya.

Souza juga membandingkan performa Persija ketika bermain di kandang lawan yang memiliki kualitas lapangan lebih baik. Menurutnya, tim justru mampu tampil lebih efektif saat bermain di stadion lain.

Ia mencontohkan beberapa pertandingan sebelumnya ketika Persija mampu meraih kemenangan saat bermain tandang.

“Kami gagal menang melawan Bali United di sini, tetapi ketika bermain di kandang Bali United kami menang,” jelasnya.

Hal yang sama juga terjadi ketika Persija menghadapi Malut United. Menurut Souza, timnya gagal meraih kemenangan di JIS, tetapi mampu menang ketika bermain di markas lawan.

“Sekarang kami juga gagal menang melawan Dewa United di lapangan ini, padahal sebelumnya kami menang ketika bermain di markas mereka,” lanjutnya.

Souza mengakui sulit melakukan analisis teknis terhadap performa timnya karena kondisi lapangan menjadi faktor yang sangat memengaruhi permainan.

“Kami banyak kehilangan poin di JIS. Sulit menganalisis permainan tim secara teknis karena kondisi lapangan membuat permainan tidak berjalan normal,” kata Souza.

Padahal, stadion berkapasitas besar tersebut sebelumnya disiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi markas utama Persija.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan telah menegaskan bahwa JIS sepenuhnya diberikan sebagai homebase bagi klub ibu kota tersebut.

Dalam pernyataannya pada 26 Juli 2025, Pramono mengatakan bahwa penggunaan JIS oleh Persija merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perkembangan sepak bola Jakarta.

“JIS ini sepenuhnya menjadi homebase atau kandang Persija Jakarta,” kata Pramono saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di stadion tersebut.

Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga ditujukan untuk mendorong peningkatan prestasi Persija di kompetisi nasional.

Menurutnya, dengan memiliki stadion modern sebagai markas tetap, Persija diharapkan bisa lebih fokus dalam menjalani latihan maupun pertandingan.

“Persija Jakarta sekarang mendapatkan dukungan penuh dari Balai Kota, tetapi tentunya dukungan itu dilakukan secara profesional,” ujar Pramono.

Namun, kritik yang disampaikan pemain dan pelatih Persija menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah terkait kualitas fasilitas stadion, khususnya kondisi rumput lapangan.

Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat terus memengaruhi performa tim dalam pertandingan kandang.

Dengan kompetisi yang semakin ketat memasuki fase akhir musim, perbaikan kualitas lapangan JIS menjadi hal penting agar Persija bisa memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri sekaligus menjaga kualitas pertandingan sepak bola profesional di Indonesia. (ma)

Iklan

Ucapan

Ucapan lebaran rektor ununtara
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

13 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri