x Pulau Seribu Asri

Persija Bangga 14 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia di Berbagai Kelompok Usia

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Mar 2026 06:57 12 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Persija Jakarta menyatakan kebanggaannya setelah 14 pemainnya mendapatkan kepercayaan memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia. Enam di antaranya dipanggil ke timnas senior untuk mengikuti ajang FIFA Series 2026 yang akan digelar pada Maret 2026.

Enam pemain Persija yang dipanggil ke timnas senior adalah Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathur Rahman, Jordi Amat, Witan Sulaeman, serta Mauro Zijlstra.

Selain itu, lima pemain Macan Kemayoran juga terpilih memperkuat Timnas Indonesia U-20, yakni Ahmad Mujadid, Theodore Evan Leeming, Fabio Azkairawan, Ibrah Ohorella, dan Radityo Raharjo.

Sementara itu, tiga pemain lainnya dari akademi Persija juga menghiasi skuad Timnas Indonesia U-17, yakni Abdillah Ishak, Ridho, serta Peres Akwila Tjoe.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses rekrutmen pemain dan pembinaan usia dini yang dilakukan klub berjalan dengan baik.

“Dua hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, rekrutmen pemain kita bagus, terutama pada putaran kedua. Setelah di-observe oleh Timnas Indonesia, mereka terpilih. Itu juga tentu bagian dari jalan Tuhan,” ujar Prapanca dalam acara Ngopi Bareng Persija di kantor Persija, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Persija Ingin Jadi Sportainment
Prapanca menegaskan bahwa Persija tidak hanya ingin menjadi klub sepak bola biasa, tetapi juga ingin berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Menurutnya, konsep sportainment menjadi arah yang ingin dibangun Persija agar olahraga, khususnya sepak bola, bisa menjadi lifestyle yang dinikmati banyak orang.

“Saya selalu menjelaskan bahwa Persija ingin menjadi sportainment, menjadikan olahraga sebagai lifestyle. Mau di mana saja, semua orang suka Persija, silakan,” katanya.

Fokus Bangun Akademi dan SSB
Lebih lanjut, Prapanca menekankan pentingnya membangun fondasi kuat melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi sebagai kunci menjaga prestasi klub.

Ia menyebut keberadaan tiga pemain akademi Persija di Timnas U-17 serta lima pemain di Timnas U-20 menjadi indikator bahwa program pembinaan usia muda berjalan ke arah positif.

“Kalau banyak dari akademi berarti pembibitannya bagus. Tapi kita tidak mau berpuas diri. Kita ingin terus sampai mencapai puncaknya,” ujarnya.

Persaingan Akademi Semakin Ketat
Prapanca juga mengakui bahwa persaingan dalam pengembangan akademi sepak bola di Indonesia semakin ketat. Ia mencontohkan Bali United yang memiliki infrastruktur akademi luas untuk menyiapkan pembibitan pemain.

Karena itu, Persija tidak ingin tertinggal dari klub lain dalam hal pengembangan pemain muda.

“Persija tidak boleh diam saja. Klub-klub lain juga tidak bisa diam. Kalau tidak, gelar akademi terbaik di Indonesia bisa diambil klub lain,” katanya.

Investasi Akademi Jadi Bukti Nyata
Keberhasilan 14 pemain Persija menembus berbagai level Timnas Indonesia menjadi bukti nyata bahwa investasi serius dalam pengembangan akademi dapat menghasilkan talenta berkualitas.

Prapanca menilai pembinaan pemain muda bukan hanya sumber prestasi, tetapi juga bisa menjadi sumber finansial bagi klub dalam jangka panjang.

“Hal-hal seperti ini mungkin tidak banyak dilihat orang. Tapi dalam dunia sepak bola, ini menjadi salah satu sumber prestasi sekaligus sumber finansial,” kata pria yang akrab disapa Panca tersebut.

Dengan berbagai langkah penguatan akademi dan seleksi pemain muda yang lebih serius, Persija berharap program pembinaan yang dijalankan ke depan mampu menghasilkan pemain yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di level internasional. (ma)

INSTAGRAM

23 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
24 hours ago
24 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri