Viralterkini.id – Sebuah video beredar luas di platform X. Tentang perlawanan terakhir pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.
Diposting Saif Ali Khan dalam akunnya, @saifalikhan067, tampak seorang pria berselimut debu reruntuhan bangunan, duduk di kursi sofa di lantai 2.
Video diambil dari sebuah drone tanpa awak yang saat ini sudah ada di tangan tentara Israel. Dalam video tersebut, tampak drone mendekat dan berusaha mengidentifikasi tubuh pria bersorban tersebut.
Lalu, tampak pria yang terluka parah pada bagian tangan kanan tersebut, menggerakkan sebuah tongkat dengan tangan kirinya, seperti hendak memukul drone tersebut.
“🇵🇸 Rekaman drone dari momen terakhir Sinwar, Pahlawan Palestina,” tulis akun @saifalikhan067 dalam bahasa Inggris.
“Sinwar mengalami luka serius akibat pengeboman rumah tempat dia berada dengan granat tank. Setelah itu, pasukan infanteri Israel mengirim pesawat nirawak untuk mencoba mencari tahu siapa yang ada di dalam rumah tersebut,” tulis @shadi_qh.
“Saat itu, Sinwar berusaha menembak jatuh pesawat nirawak tersebut dan memukulnya dengan tongkat. Yahya Sinwar tampak dalam sebuah video yang direkam oleh pesawat nirawak tersebut, yang kini berada di tangan tentara, duduk di sebuah sofa dengan tangannya berdarah deras dan luka serius,” imbuh @shadi_qh.
Tak lama, sebuah foto memperlihatkan Sinwar terbaring di antara reruntuhan dengan luka tembak di bagian kepalanya.
Pasukan Pertahanan Israel Pastikan Sinwar Tewas
Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memastikan pemimpin Hamas Yahya Sinwar tewas dalam operasi militer di Jalur Gaza. Itu setelah negara zionis itu melakukan tes DNA.
Pernyataan singkat IDF tidak memberikan rincian mengenai operasi spesifik tersebut atau kapan operasi tersebut dilakukan. Namun, Sinwar dipastikan adalah salah satu dari tiga militan Palestina yang terbunuh.
IDF menyebut pada saat melakukan operasi di Jalur Gaza, tiga militan Palestina telah dibunuh dalam bentrokan senjata. Israel telah memeriksa lewat tes DNA dan memastikan salah satunya adalah Yahya Sinwar.
“Di gedung tempat para teroris dilenyapkan, tidak ada tanda-tanda keberadaan sandera di daerah tersebut,” ujar pernyataan IDF itu.
Mengutip Reuters, Jumat, 18 Oktober 2024, sumber Israel telah mengonfirmasi kepada pejabat AS bahwa Yahya Sinwar telah tewas menurut pengujian DNA awal. Pengujian lebih lanjut sedang dilakukan.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz sudah mengumumkan kematian Sinwar dalam serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Jalur Gaza. Dia pun menuding Sinwar sebagai otak di balik serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
“Pembunuh massal Yahya Sinwar, yang bertanggung jawab atas pembantaian dan kekejaman pada tanggal 7 Oktober telah dihabisi hari ini oleh tentara IDF,” kata Katz dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Reuters
Sebelumnya, para menteri kabinet keamanan Israel telah diberitahu, Yahya Sinwar kemungkinan besar telah tewas. Saat ini bukti DNA sedang diperiksa dalam penyelidikan Sinwar.
Israel menuduh Sinwar, 61 tahun, sebagai dalang serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang yang sampai saat ini sedang berlangsung.
Dia bersama dengan panglima militer Hamas Mohammed Deif menjadi ‘arsitek’ dalam serangan dadakan yang mengejutkan dunia itu. Militer Israel mengatakan Deif tewas dalam serangan awal tahun ini meskipun kelompok Palestina belum mengkonfirmasi hal tersebut.
Yahya Sinwar pada Agustus lalu menggantikan Ismail Haniyeh yang terbunuh di Iran pada 31 Juli. Israel belum mengaku bertanggung jawab atas kematian Haniyeh. Serangan Hamas tahun lalu mengakibatkan kematian 1.206 orang di wilayah Israel, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.
Sedangkan serangan militer balasan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 42.400 orang, mayoritas dari mereka adalah warga sipil, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikelola Hamas. (ma)
Tidak ada komentar