Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Bayi yang susah buang air besar sering membuat orang tua khawatir. Masalah ini cukup umum dan bisa muncul karena beberapa faktor yang berkaitan dengan pola makan, kebiasaan sehari-hari, atau perubahan di tubuh bayi.
Sembelit terjadi ketika tinja bergerak terlalu lambat di usus sehingga menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Salah satu penyebab bayi susah BAB adalah perubahan pola makan dari hanya minum ASI atau susu formula ke makanan pendamping ASI (MPASI).
Peralihan ini membuat sistem pencernaan bayi harus menyesuaikan diri, sehingga tinja bisa menjadi lebih keras dan BAB terasa sulit.
Bayi yang minum susu formula sering lebih rentan mengalami kesulitan BAB dibanding bayi yang disusui eksklusif. Hal ini terjadi karena formula cenderung lebih sulit dicerna dan bisa menyebabkan tinja lebih padat.
Bayi yang tidak mendapat cukup cairan sering mengalami sembelit. Cairan membantu menjaga tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan.
Jika bayi kurang minum atau sedang tidak mau menyusu karena sakit atau tidak nyaman, cairannya bisa berkurang sehingga penyebab susah BAB makin besar.
Setelah bayi mulai makan makanan padat, kekurangan serat dapat menjadi penyebabnya. Serat membantu tinja tetap lunak dan mudah lewat di usus.
Tanpa cukup serat dari buah atau sayuran, bayi bisa lebih sering mengalami sembelit.
Jika bayi pernah merasa sakit saat BAB, ia bisa menahan tinja berikutnya karena takut mengalami rasa tidak nyaman itu lagi.
Perilaku menahan BAB ini membuat tinja tetap berada di usus lebih lama sehingga menjadi semakin keras dan susah dikeluarkan.
Perubahan seperti pindah rumah, bepergian, atau waktu tidur yang berubah dapat memengaruhi jadwal BAB bayi. Ketika rutinitas terganggu, sistem pencernaan bayi juga bisa bereaksi berbeda, bahkan menyebabkan sembelit.
Bayi yang terlalu banyak berkeringat karena cuaca panas atau aktivitas bisa kehilangan lebih banyak cairan tubuh.
Kurangnya cairan ini membuat usus menyerap lebih banyak air dari tinja, sehingga tinja menjadi keras dan BAB bayi makin sulit.
Beberapa kondisi medis, meskipun jarang, juga bisa menjadi penyebab bayi susah BAB. Misalnya, alergi terhadap protein dalam susu atau gangguan pencernaan tertentu.
Jika bayi terus-menerus kesulitan BAB dan terlihat sangat tidak nyaman, sebaiknya segera periksa ke dokter anak.
Meski banyak kasus sembelit bayi bersifat ringan dan bisa diatasi di rumah, orang tua perlu waspada bila:
Penyebab bayi susah BAB sering kali terkait dengan perubahan pola makan, kurang cairan, atau transisi dari ASI/susu formula ke makanan padat.
Faktor lain seperti menahan BAB dan perubahan rutinitas juga dapat berkontribusi. Selain itu, meskipun jarang, kondisi medis tertentu bisa memicu sembelit pada bayi.
Dengan memahami berbagai penyebab ini sejak dini, orang tua bisa lebih sigap dalam mengatasi dan mencegah bayi mengalami masalah BAB berkepanjangan. (**)
Sumber: https://kumparan.com/kumparanmom/penyebab-umum-bayi-susah-bab-26prf0kblzH/full
Tidak ada komentar