Jenazah pilot dan co pilot pesawat Smart Air yang menjadi korban penembakan KKB di Korowai Batu, tiba di Timika,Kamis (12/2/2026). Kredit Foto: ANTARA/HO/Satgas Damai Cartenz Viralterkini.id, Papua – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) tengah mengevaluasi sistem pengamanan bandara di Papua menyusul insiden penembakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation yang melayani rute Tanah Merah–Danawage/Koroway Batu.
Rapat Koordinasi Nasional Digelar di Jakarta
Evaluasi ini dibahas dalam rapat koordinasi bertajuk “Ancaman terhadap Keamanan Udara Nasional dan Fasilitas Umum di Wilayah Papua” yang digelar di Gedung Kemenko Polkam, Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, menyatakan pemerintah telah mengambil langkah cepat dan terkoordinasi dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengamanan penerbangan di wilayah tersebut.
Penutupan Sementara Bandara untuk Penguatan Keamanan
Sebagai langkah awal, pemerintah menutup sementara sejumlah bandara di Papua untuk memastikan keselamatan awak pesawat dan masyarakat, sekaligus memberi waktu bagi aparat TNI dan Polri memperkuat sistem pengamanan.
Purwito menegaskan, pemerintah akan selalu hadir untuk melindungi masyarakat dan berbagai objek vital, termasuk bandara, serta tidak akan tunduk pada ancaman kelompok bersenjata. Setiap pelanggaran hukum akan ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Stabilitas keamanan di Papua menjadi prasyarat utama bagi pelayanan masyarakat, keberlanjutan pembangunan, penguatan konektivitas, serta terjaganya keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Papua Aman sebagai Prioritas Nasional
Dengan rapat koordinasi ini, pemerintah berharap sistem keamanan bandara di Papua semakin diperkuat demi terciptanya stabilitas dan keamanan yang kondusif bagi masyarakat. (**)
Tidak ada komentar