x Pulau Seribu Asri

Nilai Tukar Rupiah Melemah

waktu baca 2 menit
Jumat, 1 Agu 2025 07:09 132 M Ary K

Viralterkini.id, Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) hari Kamis (31/7), menyusul keputusan The Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan yang diambil dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) ini memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang.

Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga acuan pada level saat ini mengirim sinyal bahwa kebijakan moneter yang ketat akan dipertahankan lebih lama dari perkiraan investor. Situasi ini meningkatkan daya tarik aset-aset berdenominasi dolar AS, sehingga memicu aliran modal keluar dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Ekonom pasar uang menjelaskan bahwa pelemahan ini adalah reaksi normal pasar terhadap kondisi ekonomi global. Investor cenderung mencari aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dan risiko lebih rendah.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sikap pasar yang mencerna keputusan kebijakan terbaru The Fed dalam FOMC bulan Juli 2025.

“Seperti yang diantisipasi, Fed mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah pada 4,25-4,50 persen,” ujarnya di Jakarta, Kamis (31/7).

Seperti dikutip dari Antara, The Fed merevisi prospek ekonomi AS dengan mencatat bahwa data terbaru menunjukkan moderasi dalam aktivitas ekonomi selama paruh pertama tahun ini, bergeser dari karakterisasi pertumbuhan sebelumnya sebagai “solid”.

Namun, rilis data ekonomi AS baru-baru ini mendominasi sentimen pasar. Perekonomian AS tumbuh 3,0 persen quartal to quartal (QtQ) pada kuartal kedua 2025, melampaui perkiraan konsensus sebesar 2,4 persen QtQ.

“Kekuatan pasar tenaga kerja juga berlanjut, dengan laporan Automatic Data Processing (ADP) menunjukkan peningkatan lapangan kerja yang lebih besar dari perkiraan, yaitu 104 ribu pada Juli 2025,” ucap Josua.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Kamis di Jakarta melemah sebesar 51 poin atau 0,31 persen menjadi 16.456 rupiah per dollar AS dari sebelumnya 16.405 rupiah per dollar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari kamis ini juga melemah ke level 16.459 rupiah per dollar AS dari sebelumnya sebesar 16.387 rupiah per dollar AS.

Sementara itu, analis pasar uang Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi pernyataan The Fed yang hawkish.

“The Fed menilai kebijakan menahan suku bunga acuan akan lebih tepat dalam menghadapi ketidakpastian efek tarif,” ungkap Rully.

Adapun sentimen dari domestik yang menyebabkan pelemahan kurs rupiah ialah tekanan pada pasar saham dan pasar obligasi negara bertenor panjang.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) harus terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah dan siap mengambil langkah-langkah stabilisasi jika diperlukan. Meskipun demikian, fundamental ekonomi domestik yang kuat diharapkan dapat menjadi penahan utama bagi rupiah dalam jangka pendek. (rby)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!