x Pulau Seribu Asri

Menpora Gandeng BPKP Untuk Kawal Seluruh Agenda Transformasi Kemenpora

waktu baca 4 menit
Selasa, 18 Nov 2025 13:36 102 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir resmi menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawal seluruh agenda transformasi yang sedang berjalan di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Menpora Erick Thohir dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Erick menegaskan, pendampingan BPKP menjadi langkah strategis guna memastikan seluruh reformasi kelembagaan, penyusunan program, hingga tata kelola anggaran berjalan secara transparan dan akuntabel.

“Saya meminta BPKP untuk mengawal secara menyeluruh program evaluasi dan transformasi Kemenpora,” ujar Erick Thohir kepada awak media seusai penandatanganan MoU.

WhatsApp Image 2025-11-18 at 14.05.49

191 Aturan Disederhanakan Demi Efektivitas Program
Menpora menjelaskan bahwa Kemenpora saat ini sedang melakukan deregulasi besar-besaran dalam bentuk penyusunan ulang 191 aturan internal. Kebijakan ini, menurut Erick, akan menjadi fondasi lahirnya berbagai program strategis baru yang mengacu pada arahan Presiden Prabowo Subianto.

Presiden, sambung Erick, menekankan dua fokus utama dalam pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga: penguatan karakter bangsa serta pengembangan olahraga nasional sebagai simbol prestasi dan keunggulan Indonesia di kancah dunia.

“Pembangunan karakter melalui kepemudaan dan prestasi olahraga harus berjalan seiring, dan seluruhnya perlu dirancang dengan tata kelola yang baik,” ujarnya.

Fokus pada 17 Cabang Olahraga Prioritas DBON
Dalam kerangka pengembangan olahraga nasional, Erick menyebut bahwa salah satu program strategis yang sedang digarap adalah percepatan pembangunan 17 cabang olahraga prioritas yang tercantum dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Cabang-cabang tersebut dipilih berdasarkan potensi prestasi Indonesia di level regional hingga global.

Namun, Erick menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak dapat dilakukan secara seragam karena setiap cabang memiliki karakteristik program dan kebutuhan pembinaan yang berbeda.

Ia mencontohkan cabang olahraga bulu tangkis dan tenis yang mengandalkan kompetisi sistem sirkuit sebagai pengukur performa atlet. Pola tersebut berbeda dengan cabang renang yang mengutamakan program pemusatan latihan jangka panjang, termasuk pengiriman atlet ke luar negeri untuk menjalani latihan intensif.

“Belum tentu antara bulu tangkis dan renang mendapatkan hasil yang sama karena struktur pembiayaan yang berbeda,” katanya. Ia menekankan perlunya manajemen pembinaan yang fleksibel, adaptif, dan berbasis kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

Pembangunan Pusat Pembinaan Atlet dan Akademi Olahraga
Erick juga mengungkapkan rencana pembangunan pusat pembinaan atlet nasional serta pendirian akademi olahraga terpadu. Program ini dirancang untuk membentuk ekosistem pembibitan atlet secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah dasar hingga jenjang senior.

Konsep ini menargetkan terbentuknya jalur pembinaan yang sistematis agar Indonesia memiliki pasokan atlet elite dalam jangka panjang. “Kita ingin pembinaan dilakukan sejak dini dan terstruktur, dari SD, SMP, SMA, hingga menjadi atlet elite,” jelas Erick.

Penguatan Program Kepemudaan: Karang Taruna dan Pramuka Jadi Prioritas
Selain sektor olahraga, Menpora menegaskan bahwa pembangunan kepemudaan juga menjadi agenda penting dalam transformasi Kemenpora. Dua elemen yang mendapat perhatian khusus adalah karang taruna dan pramuka, yang dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pemuda Indonesia.
Program kepemudaan, kata Erick, akan disinergikan dengan kementerian lain agar berdampak lebih luas dan terukur.

“Pembangunan kepemudaan harus selaras dengan program di kementerian lain. Karang taruna dan pramuka adalah fondasi penting pembangunan karakter,” ujarnya.

Erick menambahkan bahwa transformasi di Kemenpora bersifat kompleks dan membutuhkan pengawalan sejak tahap perencanaan. “Hal-hal ini tentu menjadi program yang tidak mudah. Karena itu, pengawalan sejak dini untuk bagaimana pola pikir kita membangun olahraga menjadi satu kesatuan sangat penting,” tegasnya.

BPKP Siap Kawal Akuntabilitas Kemenpora
Sementara itu, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan bahwa lembaganya siap melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap seluruh program strategis Kemenpora. Ia menilai kerja sama ini penting agar perencanaan dan pelaksanaan program berjalan efektif serta sesuai koridor tata kelola pemerintahan yang baik.

“Kemenpora memiliki beberapa kegiatan strategis yang harus dikawal dan didampingi dalam pelaksanaan program tersebut,” ujar Yusuf Ateh.

Ia memastikan, BPKP akan mengawal akuntabilitas keuangan, efektivitas pembangunan, serta proses evaluasi program agar transformasi yang diinisiasi Menpora dapat berlangsung optimal. (ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

16 hours ago
17 hours ago
19 hours ago
19 hours ago
19 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!