Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo. Foto : ist Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menanggapi persiapan Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang akan menghadapi Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dito berharap skuad Garuda tampil lebih solid dan matang usai evaluasi kekalahan telak dari Australia.
Ditemui di kantor Kemenpora, Senin (24/3/2025), Dito menyampaikan bahwa evaluasi telah dilakukan oleh PSSI dan tim pelatih bersama para pemain.
Ia menegaskan pentingnya perubahan strategi dan formasi yang lebih tepat saat melawan Bahrain.
“Besok kita lihat bagaimana hasil evaluasinya. PSSI dan tim pelatih sudah duduk bersama membahas kekalahan kemarin dari Australia. Kita akan lihat formasi dan strategi yang digunakan saat melawan Bahrain,” ujar Dito.
Menurutnya, kekalahan 1-5 dari Australia memang mengecewakan, namun kondisi tersebut masih dapat dimaklumi mengingat laga itu menjadi debut pelatih Patrick Kluivert bersama beberapa pemain naturalisasi yang baru bergabung.
“Strategi lawan Australia bukan berarti tidak matang, tetapi memang itu pertandingan perdana di bawah pelatih baru dan ada beberapa pemain naturalisasi yang juga baru bergabung. Mereka baru dua kali latihan bersama,” jelas Dito.
Ia menilai wajar jika di pertandingan pertama tersebut, pelatih melakukan eksperimen atau mencoba beberapa skema permainan.
Meski begitu, ia optimistis formasi dan penempatan pemain akan lebih matang saat melawan Bahrain.
“Saya harap besok formasinya lebih matang. Penempatan pemain dan strateginya juga lebih tepat,” tegasnya.
Terkait kekalahan dari Australia, Dito mengakui rasa kecewa yang dirasakan masyarakat pecinta sepak bola tanah air.
Namun ia juga melihat sisi positif dari pertandingan itu, salah satunya adalah penguasaan bola yang mencapai 60 persen.
“Pastinya kecewa dan tidak sesuai harapan. Tapi ini bagian dari dinamika permainan yang tidak bisa diprediksi. Kita lihat kemarin penguasaan bola kita tinggi sampai 60 persen. Itu harus jadi modal dan keunggulan,” katanya.
Dito menegaskan bahwa ke depan tinggal bagaimana tim menuntaskan strategi di lapangan agar efektif meraih poin. Namun, ia enggan memberikan prediksi hasil untuk laga melawan Bahrain.
“Kalau ditanya prediksi, saya tidak mau kasih angka. Tapi harapannya, tentu kita bisa menambah poin besok,” imbuhnya.
Dito juga menyoroti tingginya ekspektasi dan antusiasme suporter Indonesia terhadap performa Timnas. Ia menganggap hal tersebut sebagai fenomena positif yang harus dijaga dan dijadikan energi tambahan bagi tim.
“Ini fenomena yang harus kita apresiasi. Bagaimana masyarakat kita punya kepercayaan dan ekspektasi tinggi kepada Timnas. Buktinya, ramai dibicarakan karena kalah dari Australia. Artinya, masyarakat berharap kita menang, padahal Australia secara peringkat jauh di atas kita,” ungkap Dito.
Ia mengajak masyarakat untuk tetap memberikan dukungan penuh kepada Timnas Indonesia, terlepas dari hasil yang diraih di laga sebelumnya.
“Ini jadi energi positif. Saya ajak masyarakat jangan menurunkan semangat dan tetap mendukung. Soal hasil, itu risiko kami di Kemenpora dan PSSI,” tutup Dito.
Tidak ada komentar