Kredit Foto: Pexels.com/Ron Lach Viralterkini.id – Memo bisnis fashion seringkali membingungkan ketika berbicara soal produksi. Dua istilah yang sering muncul adalah OEM dan ODM. Keduanya sama-sama melibatkan pihak pabrik, tetapi cara kerjanya berbeda total.
Memahami perbedaan ini sangat penting supaya kamu bisa memilih model produksi yang tepat berdasarkan tujuan bisnismu.
OEM adalah singkatan dari Original Equipment Manufacturer. Dalam model ini, kamu mengontrol penuhkeseluruhan proses desain produk.
Kamu menetapkan sketsa, bahan, warna, ukuran, hingga detail terkecil seperti kancing dan label. Pabrik hanya bertugas memproduksi sesuai arahanmu.
Artinya, seluruh ide dan hak cipta desain menjadi milikmu. Kamu bisa mendaftarkan desain secara hukum dan mencegah orang lain meniru produkmu. Namun, semua tanggung jawab desain dan riset ada di tanganmu sendiri.
ODM merupakan kependekan dari Original Design Manufacturer. Pabrik menyediakan desain yang sudah lengkap di katalog mereka.
Kamu tinggal memilih desain yang cocok dengan pasar atau tren saat ini. Pabrik kemudian membuat produk tersebut dengan merekmu.
Keuntungan memakai model ini adalah proses produksi jadi lebih cepat dan modal awal lebih ringan. Kamu tidak perlu memikirkan riset desain atau pengembangan pola yang memakan waktu.
Namun, hak cipta desain biasanya tetap berada di pabrik, bukan di brandmu sendiri.
Kelebihan OEM:
– Kamu memiliki kontrol penuh pada desain dan semua komponennya.
– Produk yang kamu jual benar-benar unik dan punya identitas kuat.
– Kamu bisa menciptakan kekayaan intelektual sendiri.
Kekurangan OEM:
– Biaya riset dan pembuatan prototipe bisa tinggi.
– Kamu perlu waktu lebih panjang sebelum barang siap dijual.
– Kamu harus memastikan desain betul-betul tepat sebelum produksi massal.
Keunggulan ODM:
– Modal awal lebih ringan karena desain sudah tersedia.
– Proses produksi berjalan lebih cepat.
– Cocok untuk pemula yang ingin cepat masuk pasar.
Keterbatasan ODM:
– Kamu tidak bebas mengubah desain dasar secara besar-besaran.
– Model yang kamu pilih mungkin pernah dipakai brand lain.
– Kamu tidak punya kekayaan intelektual atas desain produk.
OEM biasanya membutuhkan modal besar di tahap awal karena kamu harus menyiapkan riset desain, material, hingga sample produk. Hal ini bisa memakan biaya yang cukup tinggi tergantung kompleksitas desainnya.
Sebaliknya, ODM biasanya memerlukan modal yang lebih kecil. Desain sudah tersedia, sehingga biaya riset dan pengembangan dapat ditekan. Banyak pemula memulai brand mereka melalui model ini karena lebih hemat biaya.
Produksi OEM membutuhkan waktu lebih lama. Kamu harus melewati beberapa tahap konsultasi, revisi pola, dan pengujian sebelum masuk produksi massal.
ODM menawarkan proses yang lebih cepat karena desain sudah siap. Kamu tinggal menentukan jumlah, pilihan warna atau detail minor lain, lalu pabrik mulai produksi tanpa perlu banyak revisi desain.
OEM memberi kamu kebebasan penuh memilih setiap elemen produk. Kamu bisa memilih jenis kain, aksesoris unik, atau material berkualitas tinggi untuk menciptakan produk berbeda dari yang lain.
Di model ODM, pilihan kamu lebih terbatas. Pabrik biasanya sudah menetapkan komponen utama desain. Kamu hanya bisa melakukan penyesuaian minor seperti warna atau logo.
Pabrik OEM sering menetapkan Minimum Order Quantity (MOQ) tinggi karena mereka harus membuat pola khusus dan mengatur mesin sesuai desainmu. Hal ini wajar karena biaya setup pabrik perlu ditutup oleh jumlah produk yang cukup banyak.
OEM cocok jika kamu siap memulai dengan pesanan besar. Sedangkan ODM biasanya lebih fleksibel dengan MOQ rendah karena desain sudah dibuat untuk banyak klien.
Dengan OEM, kamu menanggung semua risiko desain. Jika produk tidak nyaman dipakai atau ujungnya tidak sesuai selera pasar, itu menjadi tanggung jawabmu. Ini juga menciptakan peluang besar jika produkmu diterima pasar dengan baik.
ODM biasanya punya standar kualitas yang sudah teruji karena desain pabrik sudah sering diproduksi. Risiko teknis produk yang tidak layak pakai cenderung lebih kecil.
Kalau kamu punya ide desain unik dan modal cukup, OEM bisa jadi pilihan tepat untuk membangun brand yang kuat dan berbeda.
Namun, kalau kamu baru mulai dan ingin cepat menjual barang, ODM menawarkan jalan lebih efisien dengan modal lebih ringan.
Tidak ada pilihan yang “selalu benar”. Keputusan terbaik tergantung pada visi, anggaran, serta rencana pertumbuhan brandmu.
Memahami perbedaan ini membantu kamu menentukan strategi produksi yang paling tepat sebelum berpartner dengan pabrik atau konveksi. (**)
Tidak ada komentar