Kredit Foto: Almonitor Viralterkini.id – Puluhan maskapai internasional menghentikan, menunda, dan mengalihkan rute penerbangan di kawasan Timur Tengah, pada Sabtu (28/2/2026), setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi ke target di Iran. Eskalasi tersebut langsung mengacaukan lalu lintas udara regional.
Data layanan pelacak penerbangan Flightradar24 menunjukkan ruang udara di atas Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain hampir kosong sepanjang hari. Kondisi ini terjadi karena maskapai menghindari wilayah yang dinilai berisiko tinggi akibat aktivitas militer.
Badan keselamatan penerbangan Uni Eropa, European Union Aviation Safety Agency, mengimbau seluruh operator penerbangan untuk tidak melintasi wilayah udara yang terdampak konflik demi menjaga keselamatan penerbangan sipil.
Sejumlah maskapai langsung mengumumkan perubahan jadwal dan rute penerbangan:
Lufthansa mengumumkan penghentian sementara sejumlah rute regional setidaknya hingga 7 Maret. Maskapai lain memilih memutar jalur penerbangan menjauhi wilayah Timur Tengah dan mengalihkan rute ke Eropa Timur maupun Asia Tengah.
Maskapai menyebut faktor keselamatan sebagai alasan utama perubahan jadwal. Mereka mengikuti peringatan pemerintah dan otoritas penerbangan internasional terkait potensi bahaya rudal, aktivitas militer, serta sistem pertahanan udara di kawasan konflik.
Akibat kebijakan tersebut, ribuan penumpang mengalami pembatalan penerbangan dan keterlambatan perjalanan lintas benua. Maskapai meminta penumpang memeriksa status penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Gangguan penerbangan ini menambah dampak ekonomi dari konflik regional, karena pesawat harus menempuh rute lebih panjang dan menambah biaya operasional. Hingga kini, belum ada kepastian kapan kondisi ruang udara Timur Tengah dapat kembali normal. (**)
Tidak ada komentar