x Pulau Seribu Asri

Manufaktur ASEAN Tetap Ekspansif, Indonesia Tertinggal dari Thailand dan Vietnam

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Jan 2026 18:33 71 Arthur

Viralterkini.id – Aktivitas sektor manufaktur di kawasan Asia Tenggara masih menunjukkan ketahanan hingga akhir 2025. Berdasarkan data Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur, seluruh negara ASEAN tercatat masih berada di zona ekspansi pada Desember 2025, meskipun laju pertumbuhan mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Mengutip CNBC Indonesia, laporan S&P Global mencatat PMI Manufaktur ASEAN berada di level 52,7 pada Desember 2025, turun tipis dari posisi 53 pada November. Kendati melemah secara bulanan, angka tersebut masih mencerminkan aktivitas industri yang relatif solid di kawasan dan menunjukkan bahwa permintaan secara umum masih terjaga.

PMI Manufaktur merupakan salah satu indikator utama yang kerap digunakan untuk membaca arah pergerakan ekonomi. PMI di atas level 50 menandakan ekspansi atau pertumbuhan aktivitas industri, sedangkan PMI di bawah level tersebut menunjukkan kontraksi atau pelemahan sektor manufaktur.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Maryam Baluch, menilai sektor manufaktur ASEAN berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja yang kuat. Konsistensi aktivitas industri sepanjang Desember turut mendorong capaian kuartalan terbaik dalam empat tahun terakhir, meskipun terdapat tanda-tanda perlambatan momentum.

Menurutnya, pertumbuhan output dan pesanan baru masih berlanjut, meski dengan kecepatan yang sedikit lebih moderat. Namun secara keseluruhan, kinerja sektor manufaktur ASEAN tetap solid sehingga mendorong perusahaan untuk meningkatkan aktivitas pembelian bahan baku serta memperluas penyerapan tenaga kerja.

Di antara negara-negara ASEAN, Thailand kembali mencatatkan kinerja manufaktur paling kuat. PMI Manufaktur Thailand pada Desember 2025 meningkat dari 56,8 pada November menjadi 57,4, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan dan menegaskan ekspansi industri yang masih sangat kuat.

Singapura berada di posisi berikutnya meskipun mengalami perlambatan ringan. PMI Manufaktur Singapura turun dari 55,4 menjadi 54,1, namun tetap bertahan di zona ekspansi. Vietnam juga masih mencatatkan ekspansi meski PMI-nya melemah dari 53,8 menjadi 53,0.

Sementara itu, PMI Manufaktur Myanmar turun dari 51,4 menjadi 50,6, yang merupakan level terendah dalam empat bulan terakhir. Malaysia mencatat PMI stagnan di level 50,1, mencerminkan aktivitas manufaktur yang nyaris datar. Filipina menjadi negara dengan PMI terendah di ASEAN pada Desember 2025, meski berhasil keluar dari zona kontraksi dengan PMI naik ke 50,2 dari 47,4 pada November.

Adapun aktivitas manufaktur Indonesia pada Desember 2025 masih berada di zona ekspansi, namun menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan. PMI Manufaktur Indonesia tercatat turun dari 53,3 pada November menjadi 51,2 pada Desember.

Dengan capaian tersebut, posisi manufaktur Indonesia berada di level menengah di kawasan ASEAN dan masih tertinggal dibandingkan Thailand, Singapura, serta Vietnam. Meski demikian, sektor manufaktur nasional tetap mencatatkan ekspansi yang berkelanjutan hingga akhir tahun.

Pertumbuhan aktivitas manufaktur Indonesia terutama ditopang oleh peningkatan pesanan baru. Dari sisi produksi, perusahaan masih mencatatkan ekspansi lanjutan, meskipun dengan laju pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan pesanan baru tersebut didorong oleh peluncuran produk baru serta bertambahnya jumlah pelanggan. Data menunjukkan bahwa perbaikan kinerja manufaktur nasional terutama ditopang oleh permintaan pasar domestik, sementara pesanan ekspor baru kembali mengalami penurunan untuk bulan keempat berturut-turut.

Kenaikan total pesanan baru mendorong peningkatan produksi lanjutan untuk bulan kedua secara beruntun. Namun demikian, keterbatasan pasokan bahan baku masih membatasi laju pertumbuhan output, sehingga ekspansi produksi tercatat relatif terbatas.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menyampaikan bahwa perusahaan manufaktur di Indonesia masih mencatatkan ekspansi moderat pada pesanan baru, penyerapan tenaga kerja, dan aktivitas pembelian. Namun, peningkatan produksi hanya bersifat marginal karena sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala kelangkaan bahan baku. (gn)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!