x Pulau Seribu Asri

Laba Freeport Merosot Tajam, Penyebabnya Mengejutkan

waktu baca 3 menit
Minggu, 22 Mar 2026 20:33 16 Arthur

Viralterkini.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat penurunan kinerja yang cukup dalam sepanjang 2025. Dalam laporan keuangan yang dirilis pada Minggu (22/3/2026), perusahaan melaporkan laba bersih hanya US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp16.698 per dolar AS). Angka ini turun 38,85% dari perolehan US$4,13 miliar pada 2024.

Pendapatan Freeport juga ikut melemah. Perusahaan hanya membukukan US$8,62 miliar (Rp143,9 triliun) pada 2025, turun dari US$10,31 miliar pada tahun sebelumnya.

Penjualan Emas dan Tembaga Anjlok

Penurunan laba Freeport terutama terjadi akibat turunnya penjualan dua komoditas utama, yakni emas dan tembaga.

Penjualan emas jatuh di dua kategori

  • Emas dalam konsentrat: US$1,81 miliar, turun dari US$2,21 miliar
  • Emas olahan (refined gold): US$1,68 miliar, turun dari US$2,02 miliar

Penjualan tembaga ikut melemah

  • Tembaga dalam konsentrat: US$2,69 miliar, turun dari US$3,73 miliar
  • Plat tembaga: US$2,61 miliar, merosot dari US$3,03 miliar

Selain itu, Freeport mencatat penjualan perak US$83,85 juta.

Seiring melemahnya penjualan, biaya penjualan justru naik dari US$4,45 miliar menjadi US$4,71 miliar.

Laba Kotor dan Laba Usaha Ikut Tertekan

Kinerja operasional Freeport ikut terdampak. Laba kotor turun menjadi US$3,91 miliar dari sebelumnya US$5,86 miliar.
Laba usaha menyusut menjadi US$3,78 miliar, turun dari US$5,74 miliar.

Penurunan laba ini juga terlihat pada laba per saham (EPS) yang merosot menjadi US$6.670,99, jauh dari US$10.907,38 pada 2024.

Kontribusi ke Negara Ikut Turun

Kontribusi PTFI kepada negara juga melemah sepanjang 2025.

  • PNBP 4%: US$112 juta (sekitar Rp1,87 triliun), turun dari US$183,8 juta
  • Pendapatan pemerintah daerah 6%: US$168,6 juta (sekitar Rp2,81 triliun), juga turun dari tahun sebelumnya

Produksi 2025 Merosot Akibat Insiden di Grasberg

Bloomberg Technoz melaporkan bahwa produksi Freeport pada 2025 melemah signifikan akibat kecelakaan di tambang bawah tanah Grasberg pada September 2025.

Produksi tembaga turun tajam

Menurut laporan Freeport McMoRan Inc. (FCX):

  • Produksi tembaga 2025: 1,01 miliar pon, turun 44% dari 1,8 miliar pon pada 2024
  • Penjualan tembaga 2025: 1,2 miliar pon, turun 26,2% dari 1,63 miliar pon

Produksi emas ikut jatuh

  • Produksi emas 2025: 937.000 ons, turun 49,7% dari 1,86 juta ons
  • Penjualan emas: 1,05 juta ons, turun 42,2% dari 1,81 juta ons

Meski volume produksi menurun, harga komoditas justru naik:

  • Harga tembaga rata-rata 2025: US$4,53 per pon (naik 8,1%)
  • Harga emas: US$3.418 per troy ons (naik 41,4%)

Manajemen FCX Jelaskan Penyebab Produksi Merosot

Manajemen FCX menegaskan bahwa produksi turun karena operasi Grasberg Block Cave (GBC) berhenti total akibat banjir lumpur.

“Insiden di GBC pada September menghambat seluruh operasi bawah tanah. Kondisi ini membuat produksi turun jauh dari level normal,” demikian penjelasan manajemen FCX dalam keterbukaan informasi.

Manajemen juga menyebut bahwa dalam kondisi normal, operasi bawah tanah Freeport mampu memproduksi:

  • 1,7 miliar pon tembaga per tahun
  • 1,3 juta ons emas per tahun

Ini menjadikan tambang Freeport salah satu operasi berbiaya rendah terbesar di dunia. (**)

VIRAL NETWORK

UCAPAN

WhatsApp Image 2026-03-19 at 9.23.10 PM
Ucapan lebaran rektor ununtara

INSTAGRAM

3 days ago
3 days ago
3 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri