Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Tangerang – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, melontarkan kritik keras terhadap kualitas kepemimpinan wasit di Liga Indonesia usai timnya takluk dari Dewa United Banten FC. Pelatih asal Spanyol itu menilai keputusan perangkat pertandingan telah merugikan Pendekar Cisadane dalam laga tersebut.

Carlos Pena secara blak-blakan menyoroti kinerja wasit keempat, Dika Rahmat, yang dinilai melakukan kesalahan fatal saat Persita hendak melakukan pergantian pemain. Insiden itu terjadi ketika tim tuan rumah ingin memasukkan Dejan Racic ke lapangan.
Menurut Pena, wasit keempat tidak mengizinkan pergantian dilakukan dengan alasan Persita sudah memainkan tujuh pemain asing di lapangan. Padahal, ia menegaskan bahwa saat itu hanya ada enam pemain asing yang tampil.
Pelatih berusia 42 tahun tersebut merinci enam pemain asing yang berada di lapangan, yakni Javlon Guseynov, Tamir Kozubaev, Pablo Ganet, Rayco Rodriguez, Eber Bessa, dan Aleksa Andrejic. Dengan komposisi tersebut, seharusnya tidak ada pelanggaran regulasi terkait kuota pemain asing.
“Butuh waktu lebih lama (pada momen masuknya Dejan Racic) karena wasit keempat tidak menjalankan tugasnya dengan baik, dia tidak menjalankan tugasnya dengan benar,” ujar Carlos Pena kepada awak media saat konferensi pers, Kamis (26/02).
“Dia tidak mengizinkan kami melakukan pergantian pemain karena dia mengatakan bahwa kami sudah memiliki tujuh pemain asing di lapangan dan itu tidak benar. Kami memiliki enam pemain asing dan kami ingin memasukkan pemain (asing) ketujuh,” tegasnya.
Akibat keputusan tersebut, Persita sempat bermain dengan 10 pemain dalam beberapa saat karena pergantian tertunda. Situasi itu dinilai mengganggu ritme permainan tim dan berdampak pada hasil akhir pertandingan.
Mantan pelatih Persija Jakarta itu pun menyebut insiden tersebut sebagai bukti bahwa profesionalisme perangkat pertandingan di kompetisi Indonesia masih perlu dibenahi. Ia berharap ke depan kualitas kepemimpinan wasit bisa lebih baik agar tidak ada lagi tim yang dirugikan oleh keputusan yang dianggap keliru. (ma)


Tidak ada komentar