Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda. Foto : DPR RI Viralterkini.id, Jakarta – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membentuk tim investigasi guna mendampingi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam melakukan pemeriksaan pesawat ATR dengan registrasi PK-THT.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengatakan pemeriksaan perlu difokuskan pada aspek pemeliharaan (maintenance) dan kelaikudaraan pesawat tersebut. Menurutnya, usia pesawat yang sudah tergolong tua menuntut pengecekan secara menyeluruh dan detail.
“Memeriksa pemeliharaan pesawat (maintenance) dan kelaikudaraan PK-THT,” ujar Syaiful Huda dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Huda menjelaskan, pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2000 atau telah berusia sekitar 26 tahun. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan ekstra untuk memastikan seluruh sistem pesawat dalam kondisi laik terbang. “Mengingat pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2000 atau sudah berusia 26 tahun,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Lebih lanjut, Huda menegaskan bahwa insiden ini harus menjadi pengingat serius bagi industri penerbangan nasional, khususnya terkait ancaman cuaca ekstrem dan fenomena siklon yang kerap melanda wilayah Indonesia.
“Keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan. Tidak boleh ada toleransi terhadap maskapai yang mengabaikan ambang batas cuaca minimum (weather minimal),” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Operasi Basarnas Makassar, Hamsidar, mengungkapkan bahwa pesawat ATR milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, diketahui disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Basarnas menerima informasi pesawat tersebut hilang kontak pertama kali pada pukul 13.17 WITA.
“Pesawat tersebut dioperasikan atau disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” kata Hamsidar kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Hamsidar menambahkan, pesawat tersebut membawa total 11 orang yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang. Pesawat tengah melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar, Sulawesi Selatan.
“Pesawat tersebut membawa total 11 orang, terdiri dari 8 orang kru dan 3 orang penumpang yang berada di dalam pesawat,” pungkasnya. (dp)
Tidak ada komentar