Komisaris Utama FC Malang United Serukan Sanksi Tegas Pengurangn Point untuk Klub Persib Bandung dan Pidanakan Pelaku Rasisme. Foto : Viralterkini.id/MAK Viralterkini.id, Malang – Sebagai Komisaris Utama FC Malang United, klub yang berkompetisi di Liga 4 Asprov PSSI Jawa Timur, dan sekaligus sebagai Perwira Menengah TNI Angkatan Darat yg aktif berdinas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan rasisme terhadap dua pemain asal Papua dari Malut United, Yakob dan Yance Sayuri.
Tindakan rasisme ini saat pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-31 antara Malut United dan Persib Bandung di Stadion Kie Raha, Maluku, Jumat, 2 Mei 2025, berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah.
Pasca laga, salah satu pemain Malut United menjadi korban ujaran rasis. Isu ini bukan lagi sekadar persoalan sepakbola. Ini adalah serangan langsung terhadap nilai-nilai kebhinekaan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang ingin ditekankan bahwa “RASISME DI SEPAKBOLA ADALAH PENGKHIANATAN TERHADAP PERSATUAN BANGSA”
“Saya mengetahui betul bahwa menjaga kondusifitas di Papua bukanlah pekerjaan mudah. Sebagai bagian dari aparat teritorial yang berdiri di garda depan persatuan di Tanah Papua, saya bisa merasakan betapa dalamnya luka akibat ujaran kebencian yang ditujukan kepada anak-anak Papua baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ungkap Mayor Arh Dr. Djoko Purwoko, S.E., S.H., M.H., M.Han sebagai Komisaris Utama FC Malang United dan Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.
Rasisme adalah bentuk kejahatan sosial yang harus ditindak secara pidana, tidak cukup dengan imbauan moral semata. Oleh karena itu, saya mendesak PSSI dan Komdis PSSI untuk:
Papua adalah Indonesia. Menghina orang Papua sama saja menghina nilai luhur Pancasila. Jika sepak bola ingin menjadi alat pemersatu bangsa, maka tidak boleh ada ruang untuk rasisme — bahkan satu kata pun.
Saya menyerukan kepada seluruh klub sepak bola, PSSI, dan pemerintah, mari kita jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa Indonesia benar-benar berdiri di atas semangat persatuan dan keadilan. (mak)
Bukti :

Tidak ada komentar