x Pulau Seribu Asri

Komisaris Utama FC Malang United Serukan Sanksi Tegas Pengurangan Point untuk Klub Persib Bandung & Pidanakan Pelaku Rasisme

waktu baca 2 menit
Minggu, 4 Mei 2025 13:11 545 M Ary K

Viralterkini.id, Malang – Sebagai Komisaris Utama FC Malang United, klub yang berkompetisi di Liga 4 Asprov PSSI Jawa Timur, dan sekaligus sebagai Perwira Menengah TNI Angkatan Darat yg aktif berdinas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, saya menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan rasisme terhadap dua pemain asal Papua dari Malut United, Yakob dan Yance Sayuri.

Tindakan rasisme ini saat pertandingan BRI Liga 1 pekan ke-31 antara Malut United dan Persib Bandung di Stadion Kie Raha, Maluku, Jumat, 2 Mei 2025, berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah.

Pasca laga, salah satu pemain Malut United menjadi korban ujaran rasis. Isu ini bukan lagi sekadar persoalan sepakbola. Ini adalah serangan langsung terhadap nilai-nilai kebhinekaan, kesetaraan, dan kemanusiaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang ingin ditekankan bahwa “RASISME DI SEPAKBOLA ADALAH PENGKHIANATAN TERHADAP PERSATUAN BANGSA”

“Saya mengetahui betul bahwa menjaga kondusifitas di Papua bukanlah pekerjaan mudah. Sebagai bagian dari aparat teritorial yang berdiri di garda depan persatuan di Tanah Papua, saya bisa merasakan betapa dalamnya luka akibat ujaran kebencian yang ditujukan kepada anak-anak Papua baik secara langsung maupun melalui media sosial,” ungkap Mayor Arh Dr. Djoko Purwoko, S.E., S.H., M.H., M.Han sebagai Komisaris Utama FC Malang United dan Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.

Rasisme adalah bentuk kejahatan sosial yang harus ditindak secara pidana, tidak cukup dengan imbauan moral semata. Oleh karena itu, saya mendesak PSSI dan Komdis PSSI untuk:

  1. Memberikan sanksi pengurangan poin terhadap klub Persib Bandung, sebagai bentuk tanggung jawab moral atas perilaku sebagian pendukungnya;
  2. Mendorong proses hukum terhadap pelaku ujaran rasis, sebagaimana diatur dalam UU ITE dan KUHP tentang diskriminasi rasial; dan
  3. Memperkuat sistem edukasi dan kampanye nasional melawan rasisme dalam dunia sepak bola Indonesia.

Papua adalah Indonesia. Menghina orang Papua sama saja menghina nilai luhur Pancasila. Jika sepak bola ingin menjadi alat pemersatu bangsa, maka tidak boleh ada ruang untuk rasisme — bahkan satu kata pun.

Saya menyerukan kepada seluruh klub sepak bola, PSSI, dan pemerintah, mari kita jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa Indonesia benar-benar berdiri di atas semangat persatuan dan keadilan. (mak)

Bukti :

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

19 hours ago
20 hours ago
22 hours ago
22 hours ago
22 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!