filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
delta:null;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 35; Viralterkini.id, Jakarta – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) menegaskan akan memberlakukan sanksi pengurangan poin bagi klub Liga 1 yang tidak memenuhi syarat lisensi klub profesional mulai musim depan.
Kebijakan tegas ini diumumkan sebagai bentuk dorongan terhadap peningkatan standar profesionalisme di kancah sepak bola nasional.
Direktur Operasional PT LIB, Asep Saputra, mengatakan bahwa penerapan lisensi klub profesional bukan lagi sekadar formalitas, melainkan menjadi syarat utama untuk berkompetisi dan menerima kontribusi komersial dari operator liga.
“Liga sudah memberikan penekanan sejak musim lalu, bahwa klub yang tidak dapat lisensi itu tidak akan mendapatkan kontribusi komersial. Ini bentuk trigger, stimulus bagi klub untuk memenuhi syarat lisensi,” ujar Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (9/4/2025).
Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa musim 2024/2025 akan menjadi tolok ukur kesiapan klub.
“Musim ini ibarat SIM untuk bisa ikut Liga 1 tahun depan. Jika ada klub yang tidak memenuhi satu dari lima kriteria lisensi, maka akan ada sanksi pengurangan poin pada musim berikutnya,” tegasnya.
Adapun lima syarat utama lisensi klub profesional mengacu pada standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yaitu aspek keolahragaan (sporting), legalitas, personalia dan administrasi, infrastruktur, serta keuangan.
Seluruh klub peserta, termasuk tiga tim promosi dari Liga 2, diwajibkan memenuhi seluruh persyaratan tersebut.
Asep menegaskan bahwa PT LIB tidak hanya menuntut, tetapi juga mendampingi klub-klub dalam proses pemenuhan lisensi.
“Tentu kami ingin semuanya profesional, tapi kami juga melihat kondisi masing-masing klub. Yang mengalami kesulitan, kami bantu,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pendampingan tersebut akan diiringi dengan ketegasan.
“Ada saatnya kita bantu, ada saatnya kita kencang. Bukan semata-mata karena klub tidak ikut kompetisi Asia, karena ada lisensi nasional yang juga harus dipenuhi,” ucap Asep.
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menambahkan bahwa lisensi profesional menjadi dasar untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia menyebut, lisensi ini merupakan bagian dari grand design PSSI untuk membentuk ekosistem sepak bola yang lebih berkualitas.
“Prinsipnya adalah kompetisi yang baik akan melahirkan pemain yang hebat. PSSI juga sudah mencanangkan sinkronisasi antara federasi dan liga untuk proses standarisasi,” jelas Ferry.
Senada dengan itu, Komisaris Utama PT LIB, Zainudin Amali, menegaskan bahwa lisensi klub profesional menjadi agenda penting yang tidak bisa ditawar.
“PSSI tidak ingin main-main soal lisensi ini. Jika klub profesional, kualitas sepak bola kita otomatis ikut meningkat,” ujar Amali.
Ia menutup pernyataan dengan menyampaikan bahwa seluruh langkah ini merupakan implementasi dari arahan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
“Kami bekerja sesuai arahan Ketua Umum PSSI. Ini bagian dari komitmen besar untuk membawa sepak bola Indonesia ke level lebih tinggi,” tegasnya.
Tidak ada komentar