x Pulau Seribu Asri

Khofifah Pastikan Pasar Murah Tekan Inflasi Jelang Lebaran

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Mar 2026 22:08 10 Arthur

Viralterkini.id, Jatim – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah secara masif selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi.

“Pasar murah ini menjadi upaya pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga bahan pokok,” ujar Khofifah saat meninjau pelaksanaan pasar murah di halaman gedung serba guna Kelurahan Pare, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026).

Harga Bahan Pokok Jauh Lebih Murah dari Pasar

Khofifah menjelaskan bahwa pasar murah menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar harian.

Selisih harga tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Ramadhan dan Lebaran dengan lebih ringan.

Daftar harga bahan pokok di pasar murah antara lain:

  • Ayam potong: Rp30.000 per kilogram (harga pasar sekitar Rp42.000)
  • Telur ayam: Rp22.000 per kilogram (harga pasar sekitar Rp30.000)
  • Gula pasir: Rp14.000 per kilogram (harga pasar sekitar Rp17.000)
  • Minyak goreng Minyakita: Rp13.000 per liter (harga pasar sekitar Rp16.800)
  • Cabai rawit: Rp4.000 per 100 gram (harga pasar mencapai Rp85.000 per kilogram)
  • Bawang putih: Rp6.000 per 100 gram
  • Cabai merah: Rp2.000 per 100 gram
  • Beras premium: Rp70.000 per karung 5 kilogram
  • Beras SPHP: Rp55.000 per karung 5 kilogram

Khofifah menilai kebijakan ini efektif menekan gejolak harga pangan yang biasanya meningkat saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

Pemprov Dorong Kabupaten dan Kota Ikut Menggelar Pasar Murah

Gubernur mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur untuk menjalankan program serupa agar stabilisasi harga dapat menjangkau wilayah yang lebih luas.

“Program ini harus berjalan bersama antara kabupaten/kota dan pemerintah provinsi. Kami ingin memaksimalkan pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Khofifah.

Ia juga mengingatkan agar lokasi pasar murah tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Menurutnya, pasar murah bukan pesaing pedagang, melainkan instrumen pengendalian harga.

“Pasar murah ini bukan kompetitor pasar tradisional. Karena itu saya selalu minta lokasinya tidak berdekatan dengan pasar,” ujarnya.

Pasokan Pangan Jawa Timur Aman

Khofifah memastikan ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur berada dalam kondisi aman, termasuk untuk kebutuhan distribusi selama Ramadhan dan Lebaran.

Pemerintah provinsi terus memantau stok dan jalur distribusi agar tidak terjadi kelangkaan. Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan menjadi kunci utama agar harga tidak melonjak tajam.

Warga Antusias dan Rela Antre Panjang

Pelaksanaan pasar murah di Kediri mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak pagi, warga sudah mengantre untuk mendapatkan kupon pembelian bahan pokok dengan harga terjangkau.

Selain meninjau kegiatan pasar murah, Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial berupa telur ayam kepada anak balita untuk menambah asupan gizi. Ia juga memberikan bantuan beras kepada warga lanjut usia.

Bulog Siapkan Beras dan Minyak Goreng Bersubsidi

Wakil Pemimpin Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Hestiana Peni Utami, menyebutkan bahwa Bulog membawa stok bahan pangan khusus untuk kegiatan pasar murah tersebut.

“Kami membawa 5 ton beras, 30 karton minyak goreng, dan 500 kilogram beras premium. Semua sudah mendapat subsidi dari Pemprov Jatim,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi karena kebutuhan pangan meningkat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Warga Akui Sangat Terbantu

Salah seorang warga Pare, Kabupaten Kediri, Darmasih, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah. Ia mengatakan harga di pasar murah jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar umum.

“Tentu sangat membantu. Harganya lebih murah dari pasar, selisihnya bisa Rp2.000, ada juga yang Rp1.000,” katanya.

Darmasih berharap program pasar murah terus berlanjut hingga menjelang Lebaran agar masyarakat kecil dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa terbebani lonjakan harga.

Melalui pasar murah Ramadhan 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya menjaga keseimbangan harga, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia hingga Hari Raya Idul Fitri. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

17 hours ago
17 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
18 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri