Moh. Fitra U Ali, Kepala Badan Bapenda Halteng. Di bawah kepemimpinannya, Bapenda secara intensif optimalisasi PAD 2026 melalui penertiban pajak dan edukasi pelaku usaha di sektor perhotelan, kuliner, dan hiburan. Foto: ist Viralterkini.id, Weda – Kepala Bapenda Halmahera Tengah, Moh. Fitra U Ali, menginstruksikan jajarannya untuk memperketat pengawasan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Langkah strategis ini menjadi instrumen vital dalam mengamankan target PAD 2026, terutama di wilayah lingkar industri.
Dalam arahannya, Moh. Fitra U Ali menekankan bahwa Weda Tengah kini menjadi episentrum ekonomi baru yang menyumbang porsi signifikan bagi fiskal daerah. Tim diperintahkan melakukan audit laporan omzet hotel dan kuliner guna memastikan data transaksi selaras dengan realitas pertumbuhan industri.
“Kita tidak boleh bekerja dengan cara biasa. Pertumbuhan ekonomi di kawasan industri harus berbanding lurus dengan penerimaan pajak. Saya instruksikan tim bekerja presisi dan transparan. Tidak ada ruang untuk manipulasi data atau kebocoran,” tegas Moh. Fitra U Ali.

Beliau memaparkan bahwa sektor PBJT memiliki potensi besar yang jika dikelola secara profesional dapat melampaui target yang ditetapkan. Melalui validasi data riil, Bapenda berupaya menutup celah administratif yang sering menjadi titik lemah dalam pemungutan pajak daerah selama ini.
Moh. Fitra U Ali menjelaskan bahwa profesionalisme birokrasi diukur dari kemampuan mengelola potensi secara akuntabel. Pendekatan yang dilakukan mencakup edukasi manajerial agar pelaku usaha memiliki kesadaran tinggi untuk berkontribusi jujur dalam mendanai infrastruktur lokal.
Kepala Bapenda menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikumpulkan adalah mandat rakyat untuk pembangunan Halmahera Tengah. Dengan pengawasan ketat, Bapenda menargetkan verifikasi data yang lebih akurat guna memastikan seluruh pajak konsumen masuk ke kas daerah tanpa hambatan.
Melalui instruksi tegas dan pengawasan sistematis, Moh. Fitra U Ali optimistis kemandirian fiskal daerah akan tercapai sesuai peta jalan pembangunan 2026. Sinergi kepemimpinan berintegritas dan kerja tim yang solid diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi berkelanjutan di Halteng. (dano)
Tidak ada komentar