63ecd2f7b825a-keperluan-pemberangkatan-haji-2023-jatim-sudah-disiapkan_1265_711 Viralterkini.id, Jatim – Eskalasi keamanan akibat konflik global di kawasan Timur Tengah mulai memengaruhi pelaksanaan ibadah umrah jemaah asal Jawa Timur.
Otoritas terkait menempatkan keselamatan dan keamanan jemaah sebagai prioritas utama di tengah situasi yang terus berubah.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Asadul Anam, menyampaikan bahwa sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur saat ini berada di kawasan Timur Tengah.
“Kami berharap seluruh jemaah aman dan selamat kembali ke Tanah Air,” ujar Anam, Minggu (1/3/2026).
Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur meminta seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari maskapai penerbangan, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), serta otoritas setempat.
Anam menjelaskan bahwa kondisi geopolitik memunculkan potensi perubahan jadwal penerbangan, mulai dari penjadwalan ulang, penundaan, hingga pembatalan penerbangan dari dan menuju Timur Tengah.
“Bagi keluarga jemaah di Jawa Timur, kami minta tetap tenang. Terus berkomunikasi dengan PPIU masing-masing dan mengandalkan informasi dari sumber resmi agar tidak terjadi kesalahpahaman,” tegasnya.
Hingga saat ini, dampak konflik terhadap maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Indonesia masih relatif terkendali.
Beberapa kondisi terkini penerbangan antara lain:
Meski demikian, sejumlah rute transit di kawasan Timur Tengah mengalami pembatalan demi menjaga keselamatan penerbangan.
Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia Jawa Timur, Mohamad Sufyan Arief, mengungkapkan bahwa pembatalan penerbangan berlaku untuk sejumlah kota tujuan dan transit.
“Kami menerima pemberitahuan bahwa rute penerbangan yang dibatalkan hingga 2 Maret 2026 pukul 23.59 WIB mencakup Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar,” jelas Sufyan.
Ia menambahkan bahwa pihak travel umrah terus menyesuaikan jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah agar tetap aman.
Seorang jemaah asal Ponorogo, Moh Habib Abidulloh, melaporkan bahwa situasi di Mekkah masih kondusif dan aktivitas ibadah berjalan normal.
“Di Mekkah alhamdulillah aman. Sampai sekarang belum ada penundaan. Mutawif menyampaikan bahwa penerbangan langsung dari Jeddah ke Indonesia masih aman,” ungkap Habib.
Ia juga menyebutkan kemungkinan perubahan jalur penerbangan saat kepulangan. Menurut informasi dari pembimbing umrah, pesawat akan memutar rute untuk menghindari wilayah udara Iran.
“Kemarin mutawif bilang rute kepulangan agak memutar karena biasanya lewat wilayah Iran. Sekarang jalurnya diubah,” katanya.
Berbeda dengan kondisi di Mekkah, sejumlah laporan menyebutkan adanya jemaah yang berada di Madinah dan belum bisa kembali ke Indonesia sesuai jadwal akibat situasi konflik yang memengaruhi jalur penerbangan.
Ketua LAZISNU Jawa Timur, Afif Amrullah, yang mendampingi jemaah di Jeddah, menyampaikan harapannya agar kondisi segera membaik.
“Kami berharap semua jemaah selalu diberi keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah umrah di tengah situasi perang di Timur Tengah ini,” ujarnya.
Pemerintah melalui Kemenag dan berbagai pemangku kepentingan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah.
Fokus utama saat ini adalah memastikan jemaah tetap aman, memperoleh informasi yang jelas, dan bisa kembali ke Indonesia tanpa hambatan berarti.
Dengan jumlah jemaah asal Jawa Timur yang mencapai ribuan orang, koordinasi antara pemerintah, maskapai, PPIU, dan otoritas setempat menjadi kunci agar pelaksanaan ibadah umrah tetap berjalan dengan tertib di tengah situasi global yang tidak menentu. (**)
Tidak ada komentar