Viralterkini.id – PT Jasa Marga memastikan seluruh ruas jalan tol yang berada di bawah pengelolaannya berada dalam kondisi optimal menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jalan tol atas ketidaknyamanan yang muncul akibat gangguan pada perkerasan jalan di beberapa ruas tol milik Jasa Marga Group.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengendara yang terdampak pekerjaan pemeliharaan jalan. Perusahaan menjalankan program tersebut untuk meningkatkan kualitas jalan menjelang lonjakan lalu lintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Kami berkomitmen mempercepat pekerjaan preservasi agar keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, terutama saat volume kendaraan meningkat pada periode mudik dan balik Lebaran,” ujar Rivan dalam keterangan resmi pada Kamis (12/3/2026).
Curah Hujan Tinggi Picu Kerusakan Jalan
Rivan menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan potensi kerusakan pada permukaan jalan tol. Kondisi tersebut semakin berat karena tingginya beban kendaraan yang melintas, terutama kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).
Kombinasi faktor cuaca dan beban kendaraan dapat mempercepat kerusakan struktur jalan jika tidak segera ditangani.
Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga menunjukkan bahwa sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang selama periode libur Idulfitri 2026.
Karena itu, Jasa Marga mempercepat program pemeliharaan dan perbaikan jalan secara menyeluruh agar kondisi infrastruktur tetap berada dalam standar pelayanan yang optimal.
Target Perbaikan Rampung Sebelum Puncak Mudik
Jasa Marga menargetkan seluruh gangguan pada permukaan jalan tol dapat terselesaikan sebelum 14 Maret 2026. Perusahaan menjalankan program ini untuk memastikan layanan operasional jalan tol berjalan lancar dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Perusahaan melaksanakan pekerjaan pemeliharaan dengan pengawasan Kementerian Pekerjaan Umum sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan infrastruktur jalan tol.
“Proses preservasi kami lakukan secara masif dan terkoordinasi agar setiap ruas tol berada dalam kondisi layanan terbaik. Kami menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas utama agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman,” kata Rivan.
Berbagai Metode Perbaikan Jalan Diterapkan
Tim teknis Jasa Marga menjalankan sejumlah metode pemeliharaan jalan untuk menjaga kualitas perkerasan. Metode tersebut meliputi scraping, filling, dan overlay (SFO) yang berfungsi memperbaiki permukaan jalan.
Selain itu, tim juga melakukan penambalan lubang jalan atau patching, serta penguatan struktur jalan di beberapa titik yang menanggung beban kendaraan berat.
Perusahaan juga membersihkan dan menormalkan saluran drainase di sepanjang ruas tol untuk mencegah genangan air saat hujan deras.
Perbaikan Marka, Rambu, dan Penerangan Jalan
Program pemeliharaan tidak hanya berfokus pada perbaikan permukaan jalan. Jasa Marga juga meningkatkan kualitas fasilitas keselamatan di sepanjang ruas tol.
Tim lapangan melakukan pengecatan ulang marka jalan, perbaikan guardrail, pemeliharaan rambu lalu lintas, serta peningkatan penerangan jalan umum (PJU). Seluruh kegiatan tersebut bertujuan menjaga kenyamanan sekaligus keselamatan pengguna jalan.
Perusahaan menerapkan pendekatan pemeliharaan yang proaktif, preventif, dan rutin agar kualitas infrastruktur tetap terjaga dalam jangka panjang.
Jasa Marga Siapkan Ribuan Personel dan Peralatan
Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Jasa Marga juga memperkuat kesiapan tim operasional di lapangan. Perusahaan meningkatkan jumlah tim perkerasan jalan dan jembatan menjadi 67 tim.
Selain itu, perusahaan menyiapkan 222 tim ruang milik jalan dan drainase serta 71 tim siaga yang akan bertugas selama periode mudik.
Perusahaan juga menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung seperti 9.300 zak material coldmix untuk perbaikan cepat, 209 unit pompa air, serta 14 titik Early Warning System (EWS) guna mendeteksi potensi genangan air di ruas jalan tol.
Perbaikan Dilakukan pada Malam Hari
Jasa Marga mengatur jadwal pekerjaan secara bertahap agar aktivitas perbaikan tidak mengganggu mobilitas masyarakat. Sebagian besar pekerjaan berlangsung pada malam hingga dini hari.
Tim lapangan hanya menutup satu lajur selama proses perbaikan berlangsung. Petugas juga memasang rambu peringatan dan perangkat pengaman di sekitar lokasi pekerjaan.
Selain itu, petugas patroli serta unit derek bersiaga selama 24 jam untuk memberikan respons cepat jika terjadi gangguan lalu lintas di jalan tol.
Koordinasi dengan Kepolisian dan Pemerintah
Seluruh pekerjaan pemeliharaan dijalankan sesuai standar keselamatan kerja serta melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Jasa Marga juga menyediakan informasi kondisi lalu lintas secara real time melalui media sosial resmi perusahaan, layanan Call Center 133, serta aplikasi Travoy.
Melalui berbagai langkah tersebut, Jasa Marga berharap masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik Lebaran dengan lebih aman, nyaman, dan lancar. (ma)



