x Pulau Seribu Asri

Kasus Dugaan Kekerasan Pemain Timnas Viral

waktu baca 3 menit
Kamis, 12 Feb 2026 13:47 36 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Kasus dugaan kekerasan yang menyeret sosok pemain Timnas Indonesia dan Liga 1 mendadak viral di media sosial setelah seorang perempuan mengaku menjadi korban kekerasan fisik oleh mantan kekasihnya.

Pengakuan tersebut disampaikan melalui unggahan akun Threads bernama @myamoureeeee dan langsung memicu perhatian luas warganet sejak akhir pekan lalu.

Dalam unggahan beruntun yang diunggah ke platform tersebut, pemilik akun mengaku mengalami kekerasan selama menjalin hubungan asmara selama lima bulan.

Ia menyebut terduga pelaku merupakan pemain sepak bola yang cukup dikenal publik karena berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia sekaligus pemain aktif di kompetisi Liga 1.

“Aku kemarin pacaran lima bulan sama dia. Dia bisa dibilang terkenal, pemain timnas sekaligus pemain Liga 1 Indonesia,” tulis akun tersebut dalam salah satu unggahannya yang dikutip Kamis (12/2/2026).

Meski demikian, korban tidak mengungkap identitas terduga pelaku secara langsung.
Korban menjelaskan bahwa sejak awal dirinya hanya menginginkan hubungan yang normal, tenang, dan jauh dari konflik.

Namun situasi mulai berubah ketika ia mengetahui sang kekasih diduga kembali menjalin komunikasi dan hubungan dengan mantan pacarnya.

“Kami sempat berantem karena mau putus. Penyebabnya hal yang buat aku sakit banget, dia selingkuh sama mantannya lagi,” tulisnya.

Menurut korban, kondisi tersebut membuatnya merasa tertekan dan khawatir akan kembali disakiti, sehingga ia mengakui menjadi lebih posesif dalam hubungan.

Puncak pertengkaran disebut terjadi pada 6 Februari 2026 siang, bertepatan dengan keberangkatan terduga pelaku untuk menjalani laga tandang ke Yogyakarta.

Korban mengungkapkan bahwa saat itu dirinya berada dalam situasi sulit karena masa sewa tempat tinggalnya telah berakhir dan tidak memiliki kerabat atau kenalan di kota tersebut.

“Posisi aku ikut dia ke tempat dia main bola, di kota itu aku literally enggak punya siapa-siapa selain dia,” tulis korban dalam pengakuannya.

Adu mulut yang awalnya disebut sebagai perdebatan biasa kemudian berubah menjadi dugaan kekerasan fisik.

Korban mengeklaim terduga pelaku kehilangan kendali emosi dan melakukan tindakan kekerasan secara langsung.

“Sampai akhirnya kami adu mulut. Awalnya cuma debat biasa, tapi tiba-tiba dia emosi. Dia banting aku,” tulis korban.

Ia juga mengaku mengalami tindakan pencekikan lebih dari satu kali.

“Setelah itu dia cekik aku dua atau tiga kali. Aku enggak bisa gerak, badannya nahan aku,” lanjutnya.

Akibat cekikan tersebut, korban mengaku sempat muntah dan mengalami kesulitan bernapas.

Korban menggambarkan peristiwa itu sebagai pengalaman traumatis yang membuatnya merasa takut, tertekan, dan kehilangan kendali atas situasi yang dihadapinya.

Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum akhirnya memutuskan mencari pertolongan medis.

Pada malam hari setelah kejadian, korban mendatangi salah satu rumah sakit di Yogyakarta untuk menjalani pemeriksaan medis.

Ia menyebut telah melakukan visum awal sebagai bagian dari dokumentasi dugaan kekerasan yang dialaminya.

“Malam itu juga aku langsung ke rumah sakit di Jogja buat visum. Sudah ada hasilnya,” tulis korban.

Namun, menurut penjelasannya, pihak rumah sakit belum dapat mengeluarkan surat visum resmi sebelum korban membuat laporan kepolisian sesuai dengan lokasi kejadian.

Selain itu, korban juga mengungkapkan bahwa orang tuanya telah berupaya menghubungi pihak keluarga terduga pelaku untuk meminta penjelasan dan pertanggungjawaban. Namun hingga pengakuan tersebut diunggah, belum ada respons yang diterima.

Hingga kini, identitas pemain yang dimaksud belum diungkap secara terbuka. Meski demikian, publik ramai berspekulasi dan menebak-nebak sosok terduga pelaku berdasarkan petunjuk keberangkatan laga tandang ke Yogyakarta pada 6 Februari 2026.

Belum ada pernyataan resmi dari pihak klub, federasi, maupun aparat penegak hukum terkait kasus ini.

Pihak kepolisian juga belum mengonfirmasi apakah telah menerima laporan resmi dari korban.

Kasus ini kembali menyoroti isu kekerasan dalam hubungan personal yang melibatkan figur publik, sekaligus pentingnya proses hukum yang adil serta perlindungan terhadap korban.

Publik diimbau untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menghormati asas praduga tak bersalah hingga ada kejelasan hukum lebih lanjut. (ag/ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

INSTAGRAM

6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago
6 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!