x Pulau Seribu Asri

Jatim Kuasai Hampir 30 Persen Produksi Jagung Nasional

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Mar 2026 21:54 11 Arthur

Viralterkini.id, Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Jawa Timur kini menjadi daerah penyumbang produksi jagung terbesar di Indonesia.

Ia menyebut capaian tersebut lahir dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga Gerakan Pramuka yang aktif menggerakkan program ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Jawa Timur sudah melewati fase ketahanan pangan dan sekarang melangkah menuju kedaulatan pangan. Semua ini terjadi berkat kerja sama seluruh pihak,” ujar Khofifah saat menghadiri panen raya jagung kuartal IV di Green Farm Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (28/2/2026).

Produksi Jagung Jatim Tembus 4,8 Juta Ton

Khofifah memaparkan bahwa produksi jagung pipilan kering Jawa Timur pada 2025 mencapai 4,8 juta ton.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 2,8 juta ton. Sumatera Utara menyusul di peringkat ketiga dengan produksi 1,3 juta ton.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi Jawa Timur terhadap produksi jagung nasional mendekati 30 persen. Artinya, hampir sepertiga kebutuhan jagung pipilan kering Indonesia berasal dari petani Jawa Timur.

“Capaian ini membuktikan bahwa pertanian Jawa Timur memiliki kekuatan besar jika dikelola secara kolaboratif dan berkelanjutan,” katanya.

Apresiasi untuk Pemda, Polisi, dan Gerakan Pramuka

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, kepolisian, hingga Gerakan Pramuka se-Jawa Timur.

“Saya mengapresiasi dukungan Kapolda Jawa Timur, Bupati Banyuwangi, dan Gerakan Pramuka se-Jatim yang ikut menggerakkan penguatan ketahanan pangan di daerah,” ucapnya.

Menurut Khofifah, peran organisasi kepemudaan seperti Pramuka penting untuk menanamkan semangat pertanian dan kemandirian pangan kepada generasi muda.

Kapolda Jatim Dorong Kualitas dan Akses Pasar

Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menegaskan bahwa peningkatan produksi jagung harus sejalan dengan perbaikan kualitas hasil panen. Ia menilai kualitas produk akan menentukan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

“Ke depan, kami akan memperkuat dukungan pemasaran agar hasil panen memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” ujar Nanang.

Ia menambahkan bahwa kepolisian siap mendukung stabilitas distribusi dan keamanan rantai pasok agar petani memperoleh harga yang adil.

Banyuwangi Catat Surplus Jagung Lebih dari 180 Ribu Ton

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa daerahnya secara konsisten mencatat surplus produksi jagung.

Pada 2025, produksi jagung Banyuwangi mencapai 250.596,81 ton atau meningkat 19 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 209.078 ton.

Sementara kebutuhan jagung daerah hanya mencapai 69.842,31 ton. Dengan demikian, Banyuwangi mencatat surplus jagung sebesar 180.754,50 ton sepanjang 2025.

“Banyuwangi selalu surplus. Saya bangga atas kerja keras petani, pemerintah daerah, serta jajaran kepolisian dan TNI. Semoga panen ini membawa berkah dan semangat baru untuk terus meningkatkan produksi,” ujar Ipuk.

Produksi Beras Banyuwangi Juga Surplus

Selain jagung, Ipuk menjelaskan bahwa produksi beras Banyuwangi juga menunjukkan kinerja positif. Pada 2025, produksi beras daerah tersebut mencapai 546.923,81 ton atau naik 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan yang jauh lebih rendah, Banyuwangi mencatat surplus beras sebesar 383.258,03 ton. Kondisi ini memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan penting di Jawa Timur.

Panen Raya dari Lahan 50 Hektare

Panen raya jagung di Green Farm Banyuwangi berasal dari penanaman jagung di lahan seluas 50 hektare yang dimulai pada November 2025. Rata-rata produksi jagung gelondongan mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.

Khofifah menilai produktivitas tersebut menunjukkan keberhasilan penerapan pola tanam terencana dan pendampingan intensif kepada petani.

Ia berharap keberhasilan Banyuwangi dan Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kedaulatan pangan nasional berbasis kolaborasi dan inovasi pertanian. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

17 hours ago
17 hours ago
18 hours ago
18 hours ago
18 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri