x Pulau Seribu Asri

IWIP Akselerasi Transisi Energi, Targetkan Reduksi 4 Juta Ton Emisi CO2 Per Tahun

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 14:11 83 M Ary K

Viralterkini.id, JAKARTA — Pengelola kawasan industri nikel PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menargetkan penurunan emisi karbon hingga empat juta ton CO_2 setiap tahunnya.

Langkah strategis ini ditempuh melalui kombinasi pemanfaatan energi terbarukan dan elektrifikasi operasional di Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Dalam peta jalan (roadmap) transisi energi perusahaan, salah satu proyek mercusuar yang disiapkan adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar. Kapasitas jangka panjang pembangkit hijau ini diproyeksikan mencapai dua Gigawatt (GW).

General Manager Health, Safety and Environment (HSE) IWIP, Iwan Kurniawan, mengungkapkan bahwa implementasi panel surya telah dimulai pada berbagai fasilitas pendukung di dalam kawasan.

“Pemasangan sudah mulai diterapkan di atap bangunan hingga area parkir dengan kapasitas awal sekitar 4,5 Megawatt. Ini adalah bagian dari transisi bertahap untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Diversifikasi Energi Terbarukan
Selain tenaga surya, IWIP tengah mengkaji potensi energi angin melalui rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 500 Megawatt. Upaya ini menjadi krusial mengingat saat ini pasokan listrik kawasan masih ditopang oleh 14 unit PLTU dengan total daya sekitar empat Gigawatt.

Iwan menegaskan, meskipun transisi tidak dapat dilakukan secara instan, kehadiran proyek energi terbarukan ini secara perlahan akan menggeser porsi penggunaan energi fosil dalam rantai produksi nikel mereka.

Standar ESG dan Pengakuan Global
Di luar sektor energi, IWIP juga mengakselerasi penggunaan truk listrik sebagai sarana angkut bijih nikel guna menekan emisi di lini transportasi. Perusahaan juga mengklaim telah menerapkan sistem daur ulang air operasional secara penuh serta pengelolaan limbah terintegrasi.

Atas komitmen tersebut, IWIP ditetapkan sebagai kawasan percontohan industri nikel berkelanjutan melalui kerja sama antara Tsingshan Holding Group dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO). Kesepakatan ini sebelumnya telah diresmikan di Riyadh, Arab Saudi, pada November 2025.

Presiden Direktur PT IWIP, Kevin He, menyebutkan bahwa penerapan praktik Environment, Social, and Governance (ESG) adalah kunci untuk daya saing di pasar internasional.

“Ini adalah upaya kami untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai nilai industri nikel global yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” tutur Kevin.

Saat ini, seluruh produk IWIP telah mengantongi sertifikasi internasional, termasuk ISO 9001 untuk manajemen mutu, ISO 14001 untuk lingkungan, serta ISO 45001 untuk keselamatan kerja, guna memastikan standar operasional yang unggul dan ramah lingkungan. (dano)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

11 hours ago
12 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!