Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Wakil Menteri Luar Negeri Iran secara keras mengecam serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika dan Israel terhadap wilayah Iran, menyebutnya sebagai agresi yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional.
Pernyataan itu disampaikan setelah aksi militer yang terjadi pada Sabtu pagi, yang menandai eskalasi besar dalam ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam sebuah rekaman video yang dipublikasikan oleh Al Jazeera, Sabtu (28/2/2026), Wakil Menteri Iran mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mencapai kesepakatan nuklir.
Menurutnya hal itu menimbulkan keraguan atas komitmen Washington terhadap perdamaian. Ia menegaskan bahwa Iran mempertahankan hak penuh untuk mempertahankan diri dan akan merespons apa yang disebutnya sebagai “agresi.”
Serangan bersama yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan berbagai lokasi militer Iran, termasuk fasilitas pertahanan dan sasaran lain di beberapa kota besar.
Langkah ini dilakukan setelah dialog nuklir antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan yang substansial, menurut laporan media internasional.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa mereka tidak akan ragu menggunakan kemampuan militer mereka untuk melindungi integritas wilayah dan kedaulatan negaranya.
“Kami akan menggunakan semua kemampuan kami untuk membela tanah air,” bunyi pernyataan resmi yang merujuk pada hak pembelaan diri yang diatur dalam hukum internasional.
Para pejabat Iran menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sebuah agresi terang-terangan.
Mereka membuat pernyataan bahwa tidak ada garis merah terhadap potensi balasan; semua aset dan kepentingan militer pihak yang menyerang bisa menjadi sasaran, sesuai dengan hak pertahanan sendiri yang diakui secara internasional.
Iran menegaskan serangan tersebut muncul saat keterlibatan diplomatik internasional masih berjalan, yang membuat situasi lebih memprihatinkan di mata pihak Teheran.
Sebelum serangan, berbagai perundingan telah mencoba mencapai kompromi terkait isu-isu sensitif termasuk program nuklir yang telah lama memicu ketegangan.
Serangan ini memicu reaksi luas di dunia internasional. Beberapa negara mengecam tindakan militer AS dan Israel, sementara yang lain menyerukan penahanan diri dan kembali ke jalur diplomasi untuk mencegah konflik yang lebih luas.
Bahkan Badan PBB menyerukan pengakhiran kekerasan serta de-eskalasi ketegangan di kawasan tersebut.
Selain itu, Iran telah melancarkan responsnya sendiri setelah serangan, termasuk sasaran terhadap pangkalan militer AS di beberapa negara Teluk dan sistem pertahanan di kawasan, sebagai bentuk pembalasan dan pertahanan.
Situasi di wilayah Timur Tengah tetap sangat tegang dan rentan pecah menjadi konflik yang lebih luas. Banyak pemimpin global menekankan kebutuhan untuk kembali ke meja perundingan dan mendinginkan ketegangan.
Tetapi pernyataan keras dari pejabat Iran menandakan bahwa Teheran siap mempertahankan diri dan membalas setiap ancaman yang menimpa negaranya. (**)
Tidak ada komentar