x Pulau Seribu Asri

Ilmuwan Temukan Ratusan Spesies Baru di Dasar Samudra Pasifik

waktu baca 3 menit
Minggu, 8 Mar 2026 21:50 45 Arthur

Viralterkini.id – Para ilmuwan menemukan ratusan spesies baru di kedalaman Samudra Pasifik setelah melakukan penelitian laut dalam selama beberapa tahun. Penemuan ini membuka gambaran baru tentang kehidupan yang tersembunyi di dasar laut.

Tim peneliti internasional mendokumentasikan hampir 800 spesies yang sebelumnya belum dikenal oleh sains. Mereka mengumpulkan temuan tersebut setelah menjalankan ekspedisi laut selama 160 hari dalam kurun lima tahun penelitian.

Laporan penelitian itu menyebut wilayah eksplorasi berada di Clarion-Clipperton Zone (CCZ), kawasan luas di Samudra Pasifik yang terletak di antara Meksiko dan Hawaii. Wilayah ini juga menjadi fokus eksplorasi tambang logam laut dalam.

Ekspedisi 160 Hari Mengungkap Dunia Laut Dalam

Penelitian ini melibatkan ilmuwan dari berbagai lembaga internasional, termasuk University of Gothenburg dan Natural History Museum London. Para peneliti mempelajari potensi mineral laut sekaligus menilai kondisi ekosistem di wilayah tersebut.

Ahli biologi laut dari University of Gothenburg, Dr. Thomas Dahlgren, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memahami dampak eksplorasi laut dalam terhadap lingkungan.

“Logam penting dibutuhkan untuk mendukung transisi energi hijau. Banyak sumber logam tersebut berada di dasar laut. Namun para ilmuwan masih mempelajari dampaknya terhadap ekosistem laut,” kata Dahlgren seperti dikutip dari ScienceDaily.

Selama ekspedisi, tim peneliti mengikuti panduan International Seabed Authority (ISA) dalam menilai dampak ekologi sebelum kegiatan penambangan berlangsung.

Hasil penelitian menunjukkan wilayah yang mengalami uji tambang mengalami penurunan populasi hewan laut sekitar 37 persen. Keanekaragaman spesies di area tersebut juga turun hingga 32 persen.

Hampir 800 Spesies Baru Teridentifikasi

Tim ilmuwan mengumpulkan sekitar 4.350 sampel hewan laut dari dasar Samudra Pasifik. Dari jumlah tersebut, peneliti berhasil mengidentifikasi 788 spesies berbeda.

Sebagian besar spesies baru berasal dari kelompok cacing laut, krustasea, dan moluska seperti siput serta remis. Para peneliti juga menemukan jenis karang soliter baru yang belum pernah dideskripsikan sebelumnya.

Penemuan ini menunjukkan bahwa dasar laut menyimpan keanekaragaman hayati yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya.

Kehidupan Ekstrem di Kedalaman 4.000 Meter

Organisme yang hidup di dasar laut menghadapi kondisi yang sangat ekstrem. Mereka hidup di kedalaman sekitar 4.000 meter tanpa cahaya matahari.

Makhluk-makhluk ini bertahan hidup dengan memanfaatkan sisa bahan organik yang turun dari permukaan laut. Proses pembentukan sedimen di dasar laut juga berjalan sangat lambat.

Para ilmuwan mencatat sedimen dasar laut hanya bertambah sekitar 0,001 milimeter per tahun. Kondisi ini membuat habitat laut dalam menjadi salah satu ekosistem paling lambat pulih di Bumi.

Sebagai perbandingan, satu sampel dasar laut dari Laut Utara dapat berisi sekitar 20.000 hewan. Sampel serupa dari Samudra Pasifik hanya mengandung sekitar 200 individu meski jumlah spesiesnya sama banyak.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa kehidupan laut dalam sangat rentan terhadap gangguan lingkungan.

Penambangan Laut Dalam Berisiko bagi Keanekaragaman Hayati

Ahli biologi laut dari Natural History Museum London, Dr. Adrian Glover, menekankan pentingnya penelitian lebih lanjut sebelum kegiatan tambang laut dalam berkembang lebih luas.

“Kami baru mengetahui sebagian kecil spesies yang hidup di sana. Penelitian selanjutnya harus memprediksi risiko hilangnya keanekaragaman akibat penambangan laut dalam,” ujar Glover.

Ia juga meminta para ilmuwan mempelajari sekitar 30 persen wilayah Clarion-Clipperton Zone yang saat ini mendapat status perlindungan.

Menurut Glover, para peneliti masih belum mengetahui secara pasti jenis organisme yang hidup di kawasan tersebut.

Penelitian Laut Dalam Masih Terus Berlanjut

Penemuan ratusan spesies baru ini menunjukkan bahwa lautan dalam masih menyimpan banyak misteri. Para ilmuwan menilai eksplorasi laut tidak hanya berkaitan dengan pencarian sumber daya alam.

Penelitian laut dalam juga menjadi upaya penting untuk memahami dan menjaga ekosistem paling rapuh di planet ini.

Studi mengenai dampak penambangan laut dalam ini telah terbit dalam jurnal Nature Ecology pada 5 Desember 2025 dengan judul “Impacts of an industrial deep-sea mining trial on macrofaunal biodiversity.” (**)

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago
1 day ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri