x Pulau Seribu Asri

Heboh Temuan Serpihan Diduga Pesawat ATR di Gunung Bulusaraung, BPBD Pangkep Buka Suara

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 09:26 79 Arthur

Viralterkini.id – Tim SAR gabungan menemukan sejumlah serpihan yang diduga berasal dari pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim telah mengevakuasi puing-puing tersebut dari lokasi awal penemuan.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep, Muhammad Arsyad, menyampaikan bahwa jumlah serpihan yang ditemukan mencapai enam bagian.

“Ada sekitar enam serpihan, kalau tidak salah,” ujar Arsyad dikutip dari detik.com, Minggu (18/1/2026).

Dievakuasi ke Tompobulu dan Pos Pendakian

Arsyad menjelaskan, tim SAR gabungan membawa serpihan tersebut ke Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci. Beberapa bagian kini berada di pos pendakian dan posko SAR.

“Serpihannya kami bawa ke Balocci dan Tompobulu. Sebagian juga kami amankan di pos pendakian,” jelasnya.

Menurut Arsyad, bentuk serpihan yang ditemukan menyerupai bagian luar pesawat.

“Yang terlihat paling jelas itu seperti dinding luar pesawat. Kami juga menemukan buku pilot,” katanya.

Ditemukan oleh Pendaki

Sementara itu, Kepala Desa Tompobulu, Kadir, membenarkan bahwa sejumlah pendaki pertama kali menemukan serpihan tersebut saat berada di kawasan Gunung Bulusaraung.

“Iya, benar. Pendaki yang menemukan. Namun, saat ini statusnya masih dugaan,” ujar Kadir saat dikonfirmasi terpisah.

Selain potongan logam, para pendaki juga menemukan dokumen dan lembaran kertas.

“Ada beberapa kepingan, terlihat logo lambang garuda, dan potongan kertas. Sekarang semua berada di pos registrasi,” tambahnya.

Terkait Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak saat hendak mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sabtu (17/1/2026) siang. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Endah Purnama Sari, menjelaskan bahwa pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC)mengarahkan pesawat melakukan pendekatan ke Runway 21.

Namun, ATC mendeteksi pesawat berada di luar jalur pendekatan. Petugas kemudian memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat.

“ATC menyampaikan beberapa instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur,” ujar Endah.

Setelah instruksi terakhir, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus total.

ATC Tetapkan Fase Darurat

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC Makassar langsung menetapkan fase darurat DETRESFA (Distress Phase)sesuai prosedur keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Polres Maros untuk mendukung upaya pencarian dan pertolongan.

Selain itu, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah menyiapkan Crisis Center di terminal keberangkatan sebagai pusat koordinasi dan informasi. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
14 hours ago
14 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!