x Pulau Seribu Asri

Guncang Hari Desa Nasional : Desa Terpencil di Halmahera Tengah Sabet Juara, Bupati Borong Penghargaan Kemendagri!

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Jan 2026 14:59 1362 Dano

​​Viralterkini.id, BOYOLALI – Siapa sangka, sebuah titik sunyi di beranda terluar Nusantara justru menjadi kompas baru bagi birokrasi Indonesia. Di tengah keriuhan puncak Hari Desa Nasional 2026 di Boyolali, Jawa Tengah, nama Desa Sanafi mendadak menggema, memecah dominasi desa-desa di tanah Jawa. Desa dari Kecamatan Pulau Gebe, Halmahera Tengah ini resmi dinobatkan sebagai peraih penghargaan Tata Kelola Pemerintahan Desa Terbaik Regional IV, Kamis (15/1).

WhatsApp Image 2026-01-15 at 14.22.33
Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir Ikram Malan Sangadji M.Si. Boyolali Jawa Tengah, Kamis (15/1). Foto : ist

​Kejutan dari timur tidak berhenti di sana. Pada momentum yang sama, Bupati Halmahera Tengah, Dr. Ir Ikram Malan Sangadji M.Si, turut naik ke podium kehormatan untuk menerima penghargaan Upakarya Wanua Nugraha dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Sebuah sapu bersih penghargaan yang mengukuhkan posisi Halmahera Tengah di peta prestasi nasional.

Upakarya Wanua Nugraha: Simbol Pembinaan Efektif
​Penghargaan Upakarya Wanua Nugraha bukanlah apresiasi biasa. Ini adalah pengakuan tertinggi dari Kemendagri kepada kepala daerah yang dinilai sukses melakukan pembinaan luar biasa hingga desa di wilayahnya mampu bersaing di level nasional. Kemenangan Desa Sanafi menjadi bukti autentik tangan dingin Bupati dalam merombak tata kelola dari akar rumput.

​”Pencapaian Desa Sanafi dan penghargaan Upakarya Wanua Nugraha ini adalah wajah kebanggaan Halmahera Tengah. Kami ingin menunjukkan bahwa dari pulau terluar pun, standar pelayanan publik kita bisa melampaui ekspektasi nasional. Ini adalah bukti visi membangun dari pinggiran telah menjadi realitas,” tegas Bupati Ikram Malan Sangadji dengan nada bangga di sela-sela acara.

Melampaui Devisa: Paradoks Positif Pulau Gebe
​Selama puluhan tahun, Pulau Gebe hanya dipandang sebagai lumbung nikel yang menyokong devisa negara. Namun, kemenangan Desa Sanafi menyuguhkan narasi baru: kekayaan alam kini berjalan beriringan dengan transparansi pemerintahan di bawah kepemimpinan Kepala Desa Abd. Suin Hasyim.

​Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Halteng, Mustamin Hi. Jamal, menyebut prestasi ini sebagai buah pembinaan konsisten.

“Kami memastikan Dana Desa di Sanafi bukan sekadar angka, tapi stimulus pertumbuhan ekonomi dan penguatan administrasi yang akuntabel,” ujarnya.

​Senada dengan itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Halteng, Bambang Wedarto Harianto, S.IP., menekankan pentingnya syiar prestasi ini. “Ini bukti keberhasilan kepemimpinan Bupati dalam mereformasi desa. Pesan dari timur ini harus didengar seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Gema Deklarasi Boyolali
​Mengusung tema ‘Bangun Desa Bangun Indonesia’, peringatan tahun ini mempertegas posisi desa sebagai subjek utama pembangunan sesuai visi Asta Cita ke-6 Presiden RI. Acara yang dihadiri jajaran Menteri Kabinet Merah Putih ini ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Boyolali sebagai komitmen kedaulatan desa menuju Indonesia Emas 2045.

​Bagi Halmahera Tengah, hari ini bukan sekadar tentang trofi. Ini adalah pengakuan bahwa tata kelola yang bersih adalah jalan paling sunyi sekaligus paling pasti menuju kesejahteraan rakyat di garda terdepan NKRI. (dano)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

9 hours ago
10 hours ago
12 hours ago
12 hours ago
12 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!