Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Kredit Foto: Ipol.id Viralterkini.id, Jakarta – Ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Situasi tersebut juga berpotensi berdampak pada perekonomian nasional dan daerah.
Menyikapi kondisi itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas dan stabilitas Ibu Kota.
Pramono menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama ulama dan umara se-DKI Jakarta di Pondok Pesantren Al Hamid Putra, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (1/3/2026).
“Kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Mari kita bersama-sama menjaga Jakarta. Ini menjadi tugas kita bersama. Saya berharap keteduhan, kenyamanan, keselamatan, kegembiraan, dan kebahagiaan warga Jakarta terus kita jaga secara kolektif,” kata Pramono di hadapan para tokoh agama dan masyarakat.
Pramono menilai konflik internasional tersebut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi, khususnya pada sektor harga barang dan kebutuhan pokok.
Menurutnya, perang di kawasan strategis dunia sering berdampak pada rantai pasok energi dan logistik global, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak boleh lengah menghadapi dinamika global yang terus berubah.
“Situasi dunia tentu bisa berdampak pada kenaikan harga barang. Karena itu, kami akan terus memantau perkembangan dan memastikan Jakarta tetap stabil,” ujarnya.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemprov DKI Jakarta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gejolak harga bahan pokok. Pramono menyebut pemerintah daerah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Pemprov DKI, kata dia, terus melakukan pemantauan terhadap distribusi pangan, stok kebutuhan pokok, serta pergerakan harga di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.
“Kami memantau situasi global secara intensif dan menyiapkan langkah antisipasi agar masyarakat tidak terdampak secara signifikan, terutama saat Ramadan dan Idul Fitri,” jelasnya.
Pramono juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketenangan Jakarta di tengah ketidakpastian global.
Ia menilai peran tokoh agama sangat strategis dalam menyejukkan suasana dan menguatkan persatuan sosial.
Menurutnya, stabilitas tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada sikap masyarakat dalam menjaga suasana damai dan saling menghormati.
“Soliditas antara pemerintah, ulama, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketenangan Ibu Kota. Jika semua pihak bersatu, Jakarta akan tetap aman dan stabil meskipun dunia sedang menghadapi situasi sulit,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengajak warga Jakarta untuk tetap tenang, tidak mudah terpengaruh isu global yang menimbulkan kepanikan, serta menjaga semangat kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
Ia berharap suasana religius Ramadan dapat memperkuat rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah tantangan ekonomi global.
“Ramadan harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan. Kita jaga Jakarta agar tetap teduh, nyaman, dan penuh harapan bagi seluruh warganya,” pungkas Pramono.
Dengan langkah antisipasi pemerintah daerah dan dukungan masyarakat, Pemprov DKI Jakarta optimistis stabilitas ekonomi dan sosial Ibu Kota dapat terjaga meski dunia tengah dilanda konflik geopolitik. (**)
Tidak ada komentar