x Pulau Seribu Asri

GBK Dikelola Danantara, Kemenpora Siap Ambil Peran

waktu baca 4 menit
Kamis, 26 Feb 2026 04:02 13 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membawa arah kebijakan baru di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan fokus pada pembenahan dan optimalisasi fasilitas olahraga nasional.

Selain peningkatan prestasi atlet, Erick kini menaruh perhatian serius pada pengelolaan sarana dan prasarana olahraga agar tidak kembali terbengkalai pasca-penyelenggaraan ajang besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dalam silaturahmi bersama wartawan di Jakarta, Selasa (24/2/2026) malam, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan persoalan klasik fasilitas olahraga yang mangkrak setelah PON harus segera dicarikan solusi konkret.

“Banyak sarana olahraga yang terbengkalai usai pelaksanaan PON. Semua ini terjadi karena biaya perawatannya cukup tinggi. Makanya, kita harus mencari jalan keluar sehingga masalah ini bisa teratasi,” ujar Erick.

Menurut dia, pembangunan venue olahraga di berbagai daerah selama ini belum diiringi skema pengelolaan berkelanjutan.

Akibatnya, sejumlah fasilitas yang telah menghabiskan anggaran besar tidak dimanfaatkan secara optimal dan justru menjadi beban biaya perawatan bagi pemerintah daerah.

Sebagai langkah strategis, Kemenpora telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menyusun pola pengelolaan yang lebih efektif.

Salah satu opsi yang tengah didorong adalah menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan fasilitas olahraga daerah.

“Kita akan kerja sama dengan pihak swasta untuk bisa mengelola sarana olahraga tersebut,” tegas Erick.

Skema kemitraan ini diharapkan mampu meringankan beban anggaran pemerintah sekaligus memastikan fasilitas tetap hidup melalui berbagai kegiatan olahraga, event komersial, maupun program pembinaan atlet.

Terkait pengelolaan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Erick menyebutkan bahwa pengelolaannya kini berada di bawah Lembaga Pengelola Investasi Danantara Indonesia.

“Pengelolaan GBK Senayan sudah diambil alih Danantara,” katanya.

Kompleks olahraga yang dibangun pada era Presiden pertama RI tersebut memiliki berbagai fasilitas berstandar internasional dan menjadi pusat kegiatan olahraga nasional maupun internasional.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Kemenpora agar GBK lebih optimal digunakan sebagai pusat latihan atlet nasional, Erick menyambut positif.

“Alhamdulillah kalau Kemenpora dilibatkan,” ujarnya singkat.

Tidak hanya GBK, Erick juga memastikan Danantara akan dilibatkan dalam pengelolaan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur, Jakarta Timur. RSON selama ini menjadi fasilitas penting dalam mendukung layanan medis dan rehabilitasi atlet nasional.

Menurut Erick, Kemenpora akan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) untuk kemudian bekerja sama dengan Danantara dalam pengelolaan RSON. Langkah ini bertujuan agar rumah sakit tersebut dapat dikelola secara profesional dan produktif.

“Kami akan membentuk BLU untuk nanti bekerja sama dengan Danantara mengelola RSON,” katanya.

Erick mengungkapkan bahwa biaya perawatan fasilitas olahraga, termasuk RSON dan kawasan Cibubur Youth Elite Sport Center (CYESC), mencapai sekitar Rp6 miliar per tahun.

Angka tersebut dinilai cukup besar sehingga perlu strategi pengelolaan yang mampu menopang keberlanjutan operasional tanpa sepenuhnya bergantung pada APBN.

CYESC sendiri merupakan fasilitas pemusatan latihan atlet muda nasional yang dibangun bertahap sejak 2022 di atas lahan seluas 8,6 hektare di kawasan Cibubur. Fasilitas ini didukung keberadaan RSON untuk menunjang aspek sport science dan rehabilitasi.

Saat ini, CYESC telah dilengkapi berbagai sarana seperti kolam renang termasuk kolam kedap dan kolam arus, lapangan olahraga serbaguna, arena panjat tebing, lapangan panahan, serta gedung pendidikan dan latihan untuk cabang angkat besi, karate, pencak silat, wushu, dan anggar.

Selain itu, terdapat GOR Pusat Olahraga Persahabatan Korea-Indonesia yang difungsikan sebagai arena multifungsi untuk latihan dan pertandingan taekwondo, bulu tangkis, bola voli, futsal, dan bola basket.

Revitalisasi CYESC menjadi pusat rehabilitasi dan sport science menjadi bagian dari agenda besar Kemenpora dalam membangun ekosistem olahraga yang terintegrasi, mulai dari pembinaan usia muda, peningkatan performa, hingga pemulihan cedera.

Erick menegaskan, langkah optimalisasi aset ini bukan upaya komersialisasi berlebihan, melainkan strategi menjaga keberlanjutan fasilitas negara yang telah dibangun dengan anggaran besar.

“Jadi nanti rumah sakit juga jalan dan fasilitas olahraga juga bisa dirawat secara baik,” ujarnya.

Pembentukan BLU ditargetkan rampung dalam waktu dekat agar kerja sama pengelolaan dapat segera berjalan tahun ini.

Dengan pola pengelolaan baru tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir berharap tidak ada lagi fasilitas olahraga nasional yang terbengkalai dan seluruh aset negara dapat dimanfaatkan maksimal untuk mendukung prestasi atlet Indonesia di tingkat internasional. (ag/ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

10 hours ago
10 hours ago
10 hours ago
12 hours ago
12 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri