Tampak Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama KFI menghadiri ajang bergengsi Copa de España 2026 di Granada, Spanyol. Foto : FFI Viralterkini.id, Spanyol – Federasi Futsal Indonesia (FFI) bersama KFI menunjukkan keseriusan menembus level global dengan menghadiri ajang bergengsi Copa de España 2026 di Granada, Spanyol pada tanggal 19-22 Maret 2026. Turnamen ini dikenal sebagai salah satu kompetisi futsal elit dunia dan telah menjadi tolok ukur kualitas sejak musim 1989/1990.
Dalam keikutsertaan ini, FFI dan KFI tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga aktif membangun jejaring strategis dengan para pemangku kepentingan futsal internasional. Delegasi Indonesia dipimpin Ketua Umum FFI, Michael Victor Sianipar, serta Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa. Mereka turut didampingi PFL Advisor Jose Tirado dan Direktur Teknik Futsal sekaligus pelatih kepala, Hector Souto.
Turnamen ini mempertemukan delapan tim terbaik dari Liga Futsal Spanyol, seperti ElPozo Murcia Costa Cálida, Barça, Movistar Inter, Illes Balears Palma Futsal, Jaén Paraíso Interior, Jimbee Cartagena Costa Cálida, Quesos El Hidalgo Manzanares, serta Viña Albali Valdepeñas. Kehadiran klub-klub ini mencerminkan standar tertinggi dalam dunia futsal saat ini.
Selain menyaksikan laga hingga partai final, termasuk kompetisi usia muda Copa de España Juvenil, FFI dan KFI juga mendalami sistem pembinaan pemain muda yang menjadi fondasi kekuatan futsal Spanyol.
Agenda penting lainnya adalah pelaksanaan coaching progress bersama Real Federación Española de Fútbol (RFEF). Kolaborasi ini berfokus pada penguatan metodologi kepelatihan, pengembangan kurikulum pemain, serta sistem pembinaan berjenjang yang terstruktur.
Tak hanya aspek teknis, FFI dan KFI juga menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai brand olahraga global dan mitra industri. Diskusi tersebut membuka potensi kolaborasi komersial sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar dan kekuatan potensial dalam ekosistem futsal dunia.
Atmosfer kompetisi turut mempertemukan pemilik klub, manajer, direktur teknik, hingga eksekutif olahraga dari berbagai negara. Kehadiran Indonesia dalam forum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan eksistensi futsal nasional diperhitungkan secara global.
Direktur Utama KFI, Rorian Pratyaksa, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari strategi besar. Ia menyebut, langkah go global bukan sekadar slogan, melainkan upaya nyata untuk membawa futsal Indonesia ke panggung dunia.
Senada, Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar menekankan pentingnya dampak konkret dari kehadiran ini. Menurutnya, target utama adalah memastikan Indonesia masuk dalam radar utama ekosistem futsal global, mulai dari level pembinaan usia muda hingga koneksi industri.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang FFI dan KFI dalam memperkuat koneksi internasional, membangun ekosistem yang kompetitif, serta mempercepat transformasi futsal Indonesia agar mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. (ma)