Kredit Foto: Gramedia.com/Amira K Viralterkini.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater yang disalurkan perbankan kepada masyarakat Indonesia mencapai Rp26,20 triliun per November 2025. Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 20,34 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, porsi kredit paylater perbankan masih relatif kecil terhadap total kredit nasional, yakni sekitar 0,32 persen. Meski demikian, pertumbuhannya tercatat cukup signifikan dalam setahun terakhir.
“Per November 2025, baki debet kredit BNPL yang tercatat dalam SLIK tumbuh 20,34 persen secara tahunan menjadi Rp26,20 triliun,” ujar Dian dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner (RDK), Jumat (9/1/2026).
Selain nilai pembiayaan, jumlah pengguna paylater perbankan juga mengalami peningkatan. OJK mencatat jumlah rekening paylater mencapai 31,47 juta akun pada November 2025, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 30,99 juta rekening.
Dari sisi kualitas kredit, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross paylater perbankan tercatat sebesar 2,04 persen. Angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan Oktober 2025 yang masih berada di level 2,50 persen.
Secara keseluruhan, OJK melaporkan pertumbuhan kredit perbankan nasional pada November 2025 mencapai 7,74 persen yoy dengan total penyaluran sebesar Rp8.315 triliun. Laju pertumbuhan tersebut tercatat sedikit melambat dibandingkan periode sebelumnya.
Dian menambahkan, berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 17,98 persen. Sementara itu, kredit konsumsi tumbuh 6,67 persen dan kredit modal kerja meningkat 2,04 persen.
Dari sisi debitur, kredit korporasi masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 12 persen, sedangkan penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mengalami kontraksi. (Arth)
Tidak ada komentar