x Pulau Seribu Asri

Etika Lama di Tengah Kedai Kopi Modern

waktu baca 3 menit
Minggu, 22 Feb 2026 16:21 18 Arthur

Viralterkini.id – Masuklah ke sebuah kedai kopi masa kini—dengan papan menu berbahasa asing, barista penuh tato, dan pelanggan yang sibuk menatap layar ponsel. Lalu perhatikan pengunjung yang usianya di atas 65 tahun.

Tanpa perlu bertanya umur, kita sering bisa menebak: mereka tumbuh dalam era dengan standar sopan santun yang berbeda. Bukan lebih baik atau lebih buruk, hanya tidak sama. Perbedaan itu terlihat jelas dari kebiasaan kecil yang mereka lakukan tanpa disadari.

Ada tujuh perilaku khas yang kerap muncul dan menjadi penanda generasi.

1. Menyapa Siapa Saja, Bukan Hanya Kenalan

Orang lanjut usia hampir selalu membuka langkahnya dengan sapaan. Mereka menyapa kasir, barista, bahkan pelanggan yang berdiri di dekat pintu.

Ucapan seperti “Selamat pagi” atau “Ramai ya hari ini” keluar begitu saja. Bagi generasi mereka, menyapa berarti mengakui keberadaan orang lain. Di zaman yang semakin individualistis, kebiasaan ini terasa sederhana namun hangat—seolah mengingatkan bahwa kita berbagi ruang yang sama.

2. Mengucapkan Terima Kasih Berkali-kali

Saat memesan, mereka mengucapkan terima kasih. Ketika menerima kopi, mereka mengulanginya. Bahkan sebelum duduk, sering terdengar, “Terima kasih ya, Nak.”

Ini bukan basa-basi berlebihan. Mereka dibesarkan dengan ajaran bahwa sopan santun harus diulang sampai menjadi kebiasaan. Ucapan terima kasih bagi mereka adalah bentuk penghargaan atas tenaga orang lain.

3. Duduk dengan Kesadaran Ruang Publik

Mereka jarang menyebar barang sembarangan. Tas diletakkan rapi, jaket dilipat, tongkat disandarkan dengan hati-hati. Meski kedai sedang sepi, mereka tetap duduk seolah ruang itu milik bersama.

Hal ini mencerminkan pandangan lama tentang ruang publik: tempat umum bukan ruang pribadi. Ada batas tidak tertulis yang perlu dijaga demi kenyamanan semua orang.

4. Berbicara dengan Volume yang Terkontrol

Jika datang bersama teman, percakapan mereka terdengar jelas namun tidak mendominasi ruangan. Mereka tertawa, bercerita, tetapi tetap menjaga suara agar tidak mengganggu sekitar.

Pada masa mereka tumbuh, berbicara terlalu keras di tempat umum dianggap tidak sopan. Kesadaran bahwa “ada orang lain yang mendengar” masih melekat kuat hingga sekarang.

5. Menunggu Tanpa Emosi Berlebihan

Ketika pesanan belum datang, mereka jarang mengeluh keras atau menunjukkan kekesalan. Mereka menunggu sambil melihat sekitar atau mengobrol ringan.

Kesabaran ini lahir dari zaman ketika segala sesuatu tidak serba cepat. Menunggu bukan dianggap ketidakadilan, melainkan bagian wajar dari kehidupan sehari-hari.

6. Menghormati Pekerja dengan Sapaan Personal

Mereka sering memanggil barista dengan sebutan “Mas”, “Mbak”, atau “Nak”. Bukan untuk merendahkan, melainkan sebagai bentuk keakraban dan tata krama yang mereka pahami.

Bagi generasi ini, menghormati pekerja jasa berarti menyebut mereka secara langsung dan ramah. Nada keorangtuaan mungkin terasa canggung bagi generasi muda, tetapi niatnya biasanya tulus.

7. Berpamitan Saat Akan Pergi

Inilah tanda paling jelas. Mereka tidak pergi begitu saja setelah selesai minum kopi. Ada anggukan, senyum, atau ucapan singkat, “Terima kasih, kopinya enak.”

Berpamitan adalah cara menutup interaksi dengan baik. Di masa lalu, pergi tanpa pamit dianggap kurang sopan. Nilai itu masih mereka bawa sampai hari ini.

Warisan Tata Krama yang Masih Hidup

Pengunjung berusia di atas 65 tahun di kedai kopi sering tampak “berbeda”, bukan karena mereka tertinggal zaman, melainkan karena mereka membawa aturan sosial dari masa lalu. Aturan yang menekankan kesadaran terhadap orang lain, rasa hormat, dan hubungan antarmanusia.

Di dunia yang semakin cepat dan efisien, kebiasaan ini mungkin terlihat lambat. Namun justru di situlah nilainya. Kadang, secangkir kopi memang membutuhkan sedikit jeda—agar kita ingat bahwa di sekeliling kita selalu ada manusia lain yang layak diperlakukan dengan hormat. (**)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

INSTAGRAM

16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri