Legenda Sepak Bola Nasional, Elly Idris yang meninggal pada hari Kamis (12/02) pukul 15.00 wib di RS. Cinta Kasih Kampung Sawah Ciputat Jakarta. Foto : IST Viralterkini.id, Jakarta – Nama Elly Idris tak bisa dilepaskan dari sejarah emas sepak bola Indonesia era 1980-an. Lahir pada 4 November 1962, putra Pulau Buru, Maluku ini menjelma menjadi salah satu pemain paling disegani pada masanya. Perjalanannya dari anak kampung hingga memperkuat Tim Nasional Indonesia menjadi kisah inspiratif tentang kerja keras, ketekunan, dan pengabdian.
Elly mengawali karier profesionalnya dengan memperkuat PS Jayakarta sebelum kemudian bergabung dengan Yanita Utama, klub asal Bogor. Bersama Yanita Utama, kariernya melejit. Ia turut membawa klub tersebut menjuarai Galatama musim 1983-1984 dan 1984. Performa impresifnya membuat Elly mendapat panggilan memperkuat timnas proyeksi Pra-Piala Dunia dan SEA Games.
Setelah Yanita Utama bubar, Elly melanjutkan kiprahnya bersama Kramayudha Tiga Berlian. Di klub ini, ia kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih gelar juara kompetisi semi-profesional pertama Indonesia selama tiga musim berturut-turut, yakni 1985, 1986, dan 1987. Konsistensinya membuat Pelita Jaya kepincut. Bersama Pelita Jaya, Elly mempersembahkan tiga gelar juara Galatama edisi 1988, 1989, dan 1990.
Tak hanya bersinar di level klub, Elly juga menjadi bagian penting Timnas Indonesia. Ia tercatat masuk dalam skuad Garuda yang menembus empat besar Asian Games 1986. Elly juga termasuk dalam skuad Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 1986 di bawah asuhan pelatih Sinyo Aliandoe—sebuah periode yang dikenang sebagai salah satu pencapaian terbaik Indonesia di ajang tersebut.

Pada kualifikasi Piala Dunia 1986 zona Asia, Indonesia tampil impresif di babak grup dengan menyingkirkan Thailand, India, dan Bangladesh. Garuda melaju ke babak akhir sebelum akhirnya terhenti oleh Korea Selatan. Meski gagal melangkah ke Meksiko, perjuangan skuad saat itu tetap tercatat sebagai salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan sepak bola nasional. Elly Idris menjadi bagian dari generasi emas tersebut, bersama nama-nama seperti Rully Nere, Herry Kiswanto, dan Bambang Nurdiansyah.
Di tengah karier gemilangnya, Elly juga sempat menghadapi ujian berat. Ia pernah dijatuhi hukuman skorsing dua tahun akibat kasus disiplin, serta tersandung sanksi PSSI terkait kasus pada Pra-Piala Dunia 1990. Namun, dinamika tersebut tak menghapus kontribusinya dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Elly pensiun sebagai pemain pada usia 38 tahun. Setelah gantung sepatu, ia tetap mengabdikan diri di dunia sepak bola sebagai pelatih. Klub pertama yang ditanganinya adalah Persibom. Ia juga pernah melatih Persita selama dua musim, serta ditunjuk menangani Persitara di Liga 3 pada 2021.
Perjalanan hidup Elly Idris seakan membenarkan kutipan legenda sepak bola Amerika, Vince Lombardi: “Sepak bola itu seperti kehidupan – ia membutuhkan ketekunan, penyangkalan diri, kerja keras, pengorbanan, pengabdian, dan penghormatan terhadap otoritas.” Nilai-nilai itu tercermin dalam perjalanan karier Elly—dari Pulau Buru menuju panggung nasional, bahkan Asia.
Kini, ketika Timnas Indonesia kembali berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026, kisah generasi 1986 kembali mengemuka. Di antara para pejuang masa itu, nama Elly Idris tetap berdiri sebagai salah satu legenda sepak bola nasional—simbol bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana, selama dibarengi kerja keras dan dedikasi tanpa henti. (ma)
Biodata :
Nama : Elly Idris
Date of birth 4 November 1962 (age 63)
Place of birth Sula Islands, Indonesia
Team information
Current team Persitara Jakarta Utara (Head Coach)
Youth career
1979–1980 PS Jayakarta
Senior career*
Years Team Apps (Gls)
1982–1984 Yanita Utama
1985−1987 Krama Yudha Tiga Berlian
1988−1990 Pelita Jaya
1990–1996 Persita Tangerang
International career
1985–1993 Indonesia
Managerial career
2002–2006 Persibom Bolaang Mongondow
2007–2008 Persita Tangerang (assistant coach)
2008–2009 Persibom Bolaang Mongondow
2010–2013 Persita Tangerang
2016 PS Angkatan Laut
2017–2018 Persita Tangerang
2021– Persitara Jakarta Utara
Tidak ada komentar