x Pulau Seribu Asri

Djoko Purwoko Soroti Kekalahan Timnas Indonesia dari Australia

waktu baca 4 menit
Kamis, 20 Mar 2025 21:29 607 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde ketiga menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Komisaris Malang United, Djoko Purwoko, yang secara terbuka menyoroti performa skuad Garuda dan debut Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala.

Dalam pertandingan yang digelar pada Kamis (20/3/2025), Indonesia harus mengakui keunggulan Australia dengan skor telak 1-5. Hasil tersebut membuat langkah Indonesia di kualifikasi semakin berat dan memunculkan tanda tanya besar atas penunjukan Kluivert sebagai pelatih utama menggantikan Shin Tae-yong.

Djoko Purwoko menilai, kekalahan tersebut menjadi bukti bahwa Kluivert belum memahami kultur sepak bola Indonesia. “Kalau saya lihat, pelatih baru ini tidak terlalu fokus. Dia belum tahu kultur sepak bola Indonesia, tidak membaca sejarah, sehingga terlihat dari permainan timnas kita di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, formasi dan strategi yang diterapkan Kluivert dalam laga kontra Australia sangat jauh dari karakter permainan Indonesia selama ini. Ia melihat para pemain Indonesia seperti tampil sebagai pemain baru yang kehilangan chemistry dan kepercayaan diri.

“Secara kualitas individu, para pemain kita sudah bagus, itu tidak bisa dipungkiri. Namun, pelatihnya ini tidak mampu meramu atau meracik strategi yang baik dan benar. Terlihat jelas di pertandingan, pemain selalu memainkan bola long ball tanpa arah yang jelas,” tegas Djoko.

Lebih lanjut, Djoko juga mempertanyakan keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang dinilai terburu-buru dalam merekrut Kluivert. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menjadi dasar Ketua Umum PSSI Erick Thohir menunjuk eks bintang Belanda itu sebagai pelatih kepala.

“Sejujurnya saya tidak tahu dasar apa yang membuat Pak Erick Thohir memilih Kluivert. Padahal, saat ditangani Shin Tae-yong (STY), Timnas kita sudah stabil secara pola permainan dan chemistry antara pelatih dan pemain sudah terbangun dengan baik,” kritiknya.

Djoko bahkan menyebut keputusan pergantian pelatih dari Shin Tae-yong ke Patrick Kluivert sebagai blunder terbesar yang dilakukan PSSI. “Ini blunder terbesar PSSI, terutama dari Pak Erick Thohir,” ucapnya.

Debut buruk Kluivert juga membuat Djoko menuntut adanya evaluasi total terhadap kinerja sang pelatih. Ia menilai tidak ada alasan lagi bagi PSSI maupun publik sepak bola Indonesia untuk terus memberikan toleransi dengan alasan ‘proses adaptasi’.

“Harus dievaluasi total. Indonesia tidak bisa lagi menunggu. Sudah tidak zamannya kita dengar alasan ‘masih proses adaptasi’. Apa yang dibutuhkan sekarang adalah menang atau kalau tidak, lebih baik anda mundur,” tegasnya.

Komisaris Malang United, Djoko Purwoko, menyoroti debut Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia yang gagal membawa Timnas taklukkan Australia. (Foto: Dok. Pribadi).

Komisaris Malang United, Djoko Purwoko, menyoroti debut Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia yang gagal membawa Timnas taklukkan Australia. (Foto: Dok. Pribadi).

Kritik pedas tak berhenti pada kinerja Kluivert saja. Djoko juga menyerukan agar PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) guna menyelamatkan wajah sepak bola Indonesia. Ia menilai sudah tidak ada lagi keharmonisan dalam tubuh organisasi PSSI saat ini.

“Untuk KLB PSSI, saya rasa memang harus disegerakan. Kita melihat tidak ada lagi keharmonisan. Pak Erick sudah waktunya diganti. Beliau sebaiknya fokus saja di BUMN, karena banyak persoalan di BUMN yang butuh perhatian serius,” ujar Djoko.

Menurutnya, PSSI butuh figur pemimpin yang mampu mengayomi dan memimpin para anggota Exco agar organisasi tetap solid dan tidak terpecah belah. Saat ini, ia menilai organisasi di bawah PSSI sudah tidak solid lagi.

“Kita butuh sosok yang bisa memimpin dan mengayomi Exco. Jangan sampai organisasi di bawah PSSI terpecah-pecah. Kalau bisa, KLB dilaksanakan tahun ini juga,” tambahnya.

Djoko juga menyoroti salah satu Exco PSSI, Arya Sinulingga, yang menurutnya lebih banyak mementingkan kepentingan pribadi daripada organisasi. “Saya melihat PSSI, terutama salah satu Exconya, Arya Sinulingga, lebih ke arah mencari kekayaan diri sendiri. Menurut saya, ini sangat tidak tepat,” tandas Djoko.

Kekalahan telak dari Australia ini menjadi peringatan keras bagi PSSI untuk segera mengambil langkah cepat dan tepat demi masa depan sepak bola nasional. Evaluasi menyeluruh dan reformasi di tubuh PSSI dinilai menjadi keharusan jika Indonesia ingin berbicara banyak di pentas sepak bola internasional. (ag)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

12 hours ago
13 hours ago
15 hours ago
15 hours ago
15 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!