Kredit Foto: Beritasatu/Uthan AR.
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Penjualan bersih (net sell) pada Senin (19/1/2026). Beritasatu Photo/Uthan AR. Viralterkini.id – Investor asing kembali mencatat transaksi jual bersih (net sell) pada sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada awal Januari 2026. Aksi jual asing ini menunjukkan bahwa modal luar negeri masih menarik diri dari pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham tertentu yang menjadi target jual besar-besaran.
Pada perdagangan Senin (5/1/2026), IHSG mencatatkan kenaikan hingga 8.859,1, atau all time high (ATH) terbaru. Namun, meskipun indeks saham secara teknik mencatat kenaikan, investor asing justru membukukan net sell pada banyak saham emiten utama.
Data dari platform Stockbit menunjukkan bahwa saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berada di urutan teratas dengan aksi jual bersih asing sebesar Rp 415,1 miliar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga dibuang asing dengan nilai sekitar Rp 271,5 miliar, demikian pula saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) yang dilepas asing senilai Rp 83,4 miliar.
Selain tiga saham di atas, sejumlah saham lain juga mengalami aksi net sell asing besar pada hari itu. Berikut urutan 10 saham yang paling banyak dijual asing:
Meski terdapat tekanan jual asing pada saham-saham tersebut, jumlah saham yang terjual dan terangkat di bursa tetap besar. Pada hari yang sama, total nilai transaksi mencapai hampir Rp 30,12 triliun, dengan 470 saham naik, 259 saham turun, dan 229 stagnan. Volume perdagangan mencapai 67,8 juta saham dengan 3,95 juta frekuensi transaksi.
Aksi jual bersih oleh investor asing bukan fenomena baru pada IHSG. Sepanjang akhir 2025, beberapa saham seperti BBRI, DEWA, BUMI, BBCA juga tercatat mengalami net sell oleh asing di berbagai sesi perdagangan lain. Pada Desember 2025, misalnya, BBRI dan DEWA menjadi dua saham paling banyak dilepas, sedangkan BBCA dan beberapa saham sektor perbankan juga masuk daftar teratas net sell asing.
Menariknya, meskipun dana asing keluar dari beberapa saham besar, tidak semua harga turun tajam. Sebagai contoh, pada pekan yang sama, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mengalami aksi jual asing dalam volume besar, tetapi harganya tetap menguat signifikan dalam jangka pendek.
Para analis menyatakan bahwa aksi net sell asing sering kali terjadi ketika investor global bersikap hati-hati terhadap pasar emerging seperti Indonesia. Faktor-faktor seperti persepsi risiko global, perubahan kebijakan moneter internasional, dan daya tarik instrumen investasi lain bisa mendorong modal asing keluar dari saham dan beralih ke instrumen lain.
Di sisi lain, data pasar modal menunjukkan bahwa arus modal asing tidak selalu negatif sepanjang tahun. Pada beberapa periode di 2025, net buy asing terjadi, menunjukkan bahwa ada peluang capital inflow kembali jika sentimen pasar membaik. (**)
Tidak ada komentar