x Pulau Seribu Asri

Cuaca Ekstrem dan Banjir Landa Sejumlah Wilayah, BNPB Imbau Warga Tetap Siaga

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Jun 2025 13:40 206 Agung

Viralterkini.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (11/6) pukul 07.00 WIB.

Bencana yang dominan adalah cuaca ekstrem berupa angin puting beliung dan banjir, berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Di Provinsi Sumatera Utara, angin puting beliung melanda lima desa yang tersebar di dua kecamatan di Kabupaten Deli Serdang pada Senin (9/6) pukul 18.30 WIB.

Kejadian tersebut menyebabkan 14 Kepala Keluarga (KK) atau 58 jiwa terdampak. Rinciannya, sebanyak 11 jiwa terdampak di Kecamatan Hamparan Perak dan 47 jiwa di Kecamatan Percut Sei Tuan.

Sebanyak enam KK terpaksa mengungsi ke rumah kerabat akibat kerusakan tempat tinggal. BPBD Kabupaten Deli Serdang telah berkoordinasi dengan camat dan kepala desa setempat untuk mendistribusikan bantuan darurat kepada para korban.

Masih di Sumatera Utara, angin puting beliung juga menerjang wilayah Kota Medan pada waktu hampir bersamaan, yakni pukul 18.20 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. BPBD Kota Medan langsung menurunkan personel untuk melakukan pemantauan dan kaji cepat di lapangan.

Hasil sementara menunjukkan sebanyak 21 unit rumah mengalami kerusakan sedang di Kecamatan Medan Deli, dan 3 unit rumah di Kecamatan Medan Marelan.

Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap rumah. Warga masih bertahan di rumah masing-masing dan bergotong-royong memperbaiki kerusakan secara mandiri.

Di Provinsi Jawa Timur, banjir melanda Kabupaten Gresik pada Senin (9/6) dini hari. Hujan deras yang mengguyur selama lebih dari tiga jam menyebabkan Sungai Kali Lamong meluap dan merendam kawasan pemukiman warga. Sebanyak 17 desa di tiga kecamatan terdampak banjir ini.

Data sementara mencatat 3.983 unit rumah warga terdampak, 178 hektare lahan persawahan terendam, dan 30 ruas jalan mengalami gangguan akibat genangan.

BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Gresik terus memantau tinggi muka air (TMA) di daerah aliran sungai Kali Lamong dan perkembangan banjir di lapangan.

Hingga Selasa (10/6), banjir masih belum surut di beberapa titik. Di Kecamatan Balongpanggang, ketinggian air masih berkisar antara 10–80 cm.

Di Kecamatan Benjeng, TMA tercatat 10–100 cm, sementara di Kecamatan Driyorejo berkisar antara 5–50 cm.

Petugas gabungan telah menyiagakan perahu karet dan tim evakuasi untuk membantu proses evakuasi warga jika diperlukan. Selain itu, bantuan permakanan telah disalurkan kepada warga terdampak.

Polsek Benjeng juga melakukan penutupan sementara Jalan Raya Benjeng–Balongpanggang demi keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, banjir juga dilaporkan terjadi di dua desa di Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa (10/6) pukul 08.00 WIB. Dua desa terdampak yakni Desa Tuapejat dan Desa Sido Makmur.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sedikitnya 20 unit rumah dan satu unit fasilitas kesehatan terdampak dengan ketinggian air mencapai 60 cm.

Saat ini, wilayah Tuapejat dan sekitarnya masih mengalami hujan lebat disertai angin kencang. Listrik di wilayah tersebut sementara dipadamkan oleh PLN demi keamanan.

Merespons banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Langkah-langkah mitigasi sangat penting dilakukan, seperti membersihkan saluran drainase, mempersiapkan area penampungan air, serta memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang saat cuaca ekstrem,” ujar juru bicara BNPB dalam keterangan resminya, Rabu (11/6).

Selain itu, BNPB juga mengingatkan pentingnya setiap keluarga memiliki rencana kedaruratan dan evakuasi yang jelas untuk meminimalisir dampak ketika bencana terjadi.

Pemerintah daerah diminta terus memperbarui informasi cuaca dan memaksimalkan sistem peringatan dini untuk memitigasi risiko.

Dengan meningkatnya intensitas curah hujan dan potensi cuaca ekstrem, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan bencana.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

13 hours ago
14 hours ago
16 hours ago
16 hours ago
16 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!