Ilustrasi: Viralterkini.id Viralterkini.id – Berpuasa ternyata memberikan berbagai manfaat kesehatan yang nyata, bukan sekadar mitos. Meskipun pola makan berubah dari tiga kali sehari menjadi dua kali, tubuh tetap bisa beradaptasi dan justru memperoleh manfaat luar biasa. Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa puasa berpotensi menurunkan risiko kanker.
Puasa membantu tubuh mematikan sel kanker dan mencegah pertumbuhannya. Selain itu, waktu tanpa makan memberi kesempatan organ-organ vital, termasuk organ pencernaan, untuk beristirahat dan memulihkan diri. Dengan demikian, tubuh dapat mencegah penyerapan racun dari sisa makanan yang terurai di usus.
Selain itu, puasa juga berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga masalah saraf seperti demensia. Salah satu mekanismenya adalah pengaturan insulin yang lebih baik, sehingga tubuh terhindar dari gangguan metabolisme yang memicu diabetes.
Penelitian dari University of Southern California menunjukkan bahwa puasa dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran tumor. Ketika dikombinasikan dengan pengobatan medis dan kemoterapi, puasa bahkan berpotensi mendukung penyembuhan beberapa jenis kanker.
Studi ini dilakukan pada tikus, dan hasilnya menunjukkan respons positif sel tumor ketika tikus menjalani puasa. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efek puasa pada sel kanker manusia.
Manfaat puasa bagi kesehatan sangat beragam, asalkan dijalankan dengan benar. Sebaliknya, puasa yang dilakukan sembarangan—misalnya melewatkan sahur, mengonsumsi makanan tidak sehat saat berbuka, atau kebiasaan buruk lainnya—justru dapat meningkatkan risiko penyakit. Berikut beberapa manfaat utama puasa:
Rutin berpuasa, bahkan satu kali sebulan, dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 58 persen. Selain itu, puasa membantu menurunkan kadar insulin dalam darah, sehingga tubuh terhindar dari risiko diabetes dan gangguan metabolisme lainnya.
Puasa yang disertai pola makan sehat dapat membantu tubuh mengatasi beberapa penyakit. Misalnya, puasa bermanfaat untuk meredakan radang sendi, radang usus besar, dan gangguan kulit seperti eksim atau psoriasis. Dengan nutrisi yang seimbang, tubuh menjadi lebih tangguh menghadapi kondisi medis tertentu.
Selama puasa, laju pembelahan sel melambat seiring menurunnya faktor pertumbuhan akibat terbatasnya asupan makanan. Proses ini berpotensi menurunkan risiko kanker. Meskipun hasil penelitian menjanjikan, para ahli masih menekankan perlunya studi lebih lanjut untuk memahami hubungan puasa dan penurunan risiko kanker pada manusia.
Puasa membantu mengontrol berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori. Selain itu, puasa bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dan mencegah penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Dengan menjaga berat badan tetap ideal, tubuh pun lebih sehat dan energi tetap terjaga.
Dengan menjalankan puasa secara disiplin dan mengatur pola makan dengan baik, tubuh bisa merasakan manfaat yang signifikan. Jantung lebih sehat, berat badan terkendali, risiko penyakit menurun, dan tubuh memiliki kesempatan untuk “detoks” alami.
Oleh karena itu, selain menjalankan ibadah, puasa juga bisa menjadi strategi efektif untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh. (**)
Sumber: https://www.halodoc.com/artikel/puasa-mematikan-sel-kanker-benarkah
Tidak ada komentar