x Pulau Seribu Asri

Cap Go Meh dan Ramadan Berjalan Harmonis di Singkawang, Extrajoss Hadir Meriahkan Festival

waktu baca 3 menit
Rabu, 11 Mar 2026 22:19 14 M Ary K

Viralterkini.id, Singkawang – Awal Maret 2026 menghadirkan momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Di saat umat Muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, masyarakat keturunan Tionghoa juga merayakan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Dua perayaan berbeda ini berlangsung beriringan dengan damai, terutama terasa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Sebagai salah satu pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia, Singkawang kembali dipadati ribuan warga dan wisatawan. Jalanan kota dipenuhi atraksi budaya seperti barongsai, ritual tatung, arak-arakan budaya, hingga beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Kemeriahan festival tahun ini semakin lengkap dengan kehadiran brand minuman energi Extrajoss yang kembali berpartisipasi bersama kreator kuliner Bobon Santoso untuk ketiga kalinya. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Extrajoss dalam mendampingi Festival Cap Go Meh Singkawang sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.

Foto 2

Head of Marketing PT Bintang Toedjoe, Arwin Nugraha Hutasoit, mengatakan Singkawang menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan dengan harmonis.

“Singkawang menunjukkan bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan baik. Di sini masyarakatnya tetap rukun, tetap menjaga budaya, dan saling menghormati. Ini energi positif yang nyata,” ujarnya.

Kota Singkawang memang dikenal sebagai simbol harmoni di Indonesia. Berbagai etnis seperti Tionghoa, Melayu, Dayak, dan komunitas lainnya hidup berdampingan serta menjaga tradisi masing-masing. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi agenda wisata budaya tahunan, tetapi juga mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan.

Hal ini turut tercermin dalam penilaian SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran 2024, yang menempatkan Singkawang sebagai kota paling toleran kedua di Indonesia setelah Salatiga, dari total 94 kota yang dinilai secara nasional.

Kehadiran Bobon Santoso turut memberi warna dalam perayaan tahun ini. Dikenal sebagai “Chef Rakyat Indonesia”, ia kerap mengangkat kuliner Nusantara sebagai cara sederhana untuk merayakan keberagaman budaya.

Menurut Bobon, kuliner juga menjadi simbol akulturasi budaya yang kuat, salah satunya terlihat pada hidangan khas Cap Go Meh.

“Cap Go Meh bukan cuma perayaan budaya, tapi juga perayaan rasa. Lontong Cap Go Meh misalnya, itu simbol akulturasi antara budaya Tionghoa dan Nusantara,” katanya.

Perayaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadan tahun ini juga memperlihatkan nilai toleransi yang nyata. Aktivitas ibadah umat Muslim tetap berjalan khusyuk, sementara perayaan budaya berlangsung meriah tanpa saling mengganggu.

Sebagai bagian dari dukungannya, Extrajoss juga membagikan minuman energi secara gratis kepada sekitar 20.000 penonton serta komunitas tatung yang terlibat dalam rangkaian festival. Langkah ini menjadi simbol semangat dan energi positif untuk menjaga persatuan serta optimisme masyarakat.

Arwin menegaskan, semangat toleransi dan kebersamaan yang terlihat di Singkawang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

“Di Singkawang, Cap Go Meh bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang harapan bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan dan menjadi kekuatan bagi bangsa,” pungkasnya. (ma)

INSTAGRAM

2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri