Menteri Luar Negeri Brasil, Mauro Vieira. Kredit Foto: Canalrural.com Viralterkini.id – Pemerintah Brasil secara terbuka mengecam serangan militer terhadap Iran yang terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Brasil menegaskan bahwa aksi militer tersebut melanggar prinsip hukum internasional dan memperbesar risiko konflik berskala regional.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (28/2/2026), Brasil menyatakan bahwa penggunaan kekuatan bersenjata tidak akan menyelesaikan masalah. Pemerintah menilai serangan justru mendorong eskalasi dan menciptakan ketidakstabilan baru di kawasan yang sudah rapuh secara politik dan keamanan.
Brasil menyerukan semua pihak agar menahan diri dan menghentikan aksi militer lanjutan. Pemerintah menegaskan bahwa diplomasi harus menjadi jalan utama untuk menyelesaikan perselisihan internasional.
Kementerian Luar Negeri Brasil menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa dan forum multilateral lainnya. Brasil juga menegaskan komitmennya terhadap penyelesaian sengketa secara damai serta penghormatan terhadap kedaulatan negara.
“Brasil menolak penggunaan kekerasan sebagai alat kebijakan luar negeri dan selalu mengedepankan dialog sebagai solusi konflik,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Pemerintah Brasil memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat mengguncang stabilitas ekonomi global. Menurut Brasil, kawasan tersebut memegang peran penting dalam pasokan energi dunia.
Brasil menilai eskalasi militer berpotensi mengganggu distribusi minyak dan gas. Kondisi itu dapat mendorong kenaikan harga energi dan menekan perekonomian banyak negara, termasuk negara berkembang.
Selain itu, konflik baru dapat memperparah ketidakpastian pasar keuangan internasional yang sudah tertekan oleh perang, inflasi, dan gangguan rantai pasok global.
Brasil juga mengingatkan semua pihak untuk menghormati hukum humaniter internasional. Pemerintah menekankan kewajiban melindungi warga sipil dalam setiap konflik bersenjata.
Menurut Brasil, serangan militer selalu membawa risiko korban sipil dan kehancuran infrastruktur penting.
Karena itu, pemerintah meminta agar semua negara menghindari tindakan yang dapat memperluas penderitaan masyarakat.
Kecaman Brasil muncul seiring reaksi dari sejumlah negara Amerika Latin yang menyuarakan kekhawatiran serupa. Negara-negara tersebut menilai konflik baru di Timur Tengah hanya akan memperburuk krisis global yang sudah berlangsung.
Sebagai negara yang aktif dalam diplomasi multilateral, Brasil menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya mediasi internasional jika dibutuhkan. Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas Timur Tengah berkaitan langsung dengan perdamaian dunia dan kesejahteraan ekonomi global.
Dengan sikap ini, Brasil kembali menegaskan perannya sebagai pendukung perdamaian internasional dan penentang normalisasi kekerasan dalam hubungan antarnegara. Pemerintah berharap semua pihak segera menghentikan eskalasi dan membuka jalur dialog sebelum konflik berkembang menjadi perang terbuka yang sulit dikendalikan. (**)
Tidak ada komentar