Bill Clinton. Kredit Foto: Deployant.com Viralterkini.id – Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton menepis semua tuduhan terkait kasus Jeffrey Epstein saat memberikan kesaksian di hadapan Panel Kongres pada Jumat (27/2/2026).
Clinton mengakui namanya tercantum dalam dokumen perkara Epstein, namun ia menegaskan telah memutus hubungan dengan miliarder tersebut jauh sebelum Epstein divonis atas kejahatan seksual pada 2008.
“Saya tidak melihat apa pun yang melanggar hukum, dan saya tidak melakukan kesalahan apa pun,” ujar Clinton dalam pernyataan pembuka yang ia unggah melalui media sosial, dikutip Sabtu (28/2/2026).
Clinton juga menekankan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam aktivitas ilegal Epstein dan selalu bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan.
Ketua panel penyelidikan dari Partai Republik, James Comer, menyebut sesi pemeriksaan tersebut berjalan efektif. Ia mengatakan Clinton menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan panel, meski beberapa jawaban dinilai belum sepenuhnya memuaskan.
“Kami menganggap deposisi ini sangat produktif karena Presiden Clinton berusaha menjawab semua pertanyaan,” kata Comer.
Namun, anggota Partai Republik lainnya, Nancy Mace, menilai terdapat ketidakkonsistenan dalam pernyataan Clinton. Ia menyampaikan kritik itu tanpa merinci bagian mana yang dianggap bermasalah.
Dari kubu Demokrat, tekanan justru diarahkan kepada Donald Trump, yang juga memiliki riwayat hubungan dengan Epstein. Anggota komite dari Partai Demokrat, Suhas Subramanyam, menyatakan panel seharusnya memanggil Trump untuk memberikan kesaksian.
“Sejujurnya, kita sedang berbicara dengan presiden yang keliru,” ujar Subramanyam. Ia menambahkan bahwa Clinton tidak menghindari satu pun pertanyaan yang diajukan kepadanya.
Dalam pernyataannya, Clinton tidak menyebut Trump secara langsung. Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk presiden.
Sementara itu, Presiden Trump kembali menyuarakan keraguannya terhadap proses penyelidikan tersebut. Kepada wartawan, Trump mengatakan ia memiliki hubungan baik dengan Clinton dan tidak ingin melihat mantan presiden itu diperlakukan tidak adil.
Trump juga menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam kejahatan Epstein dan memandang proses penyelidikan ini sarat muatan politik.
Nama Clinton tercantum dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS terkait kasus Jeffrey Epstein. Namun, pencantuman nama tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran hukum.
Hingga kini, baik Clinton maupun Trump belum menghadapi dakwaan pidana dan tidak masuk dalam daftar tersangka resmi.
Panel Kongres menyatakan penyelidikan masih berlanjut untuk menelusuri jaringan Epstein serta potensi kelalaian institusi dalam mencegah kejahatan yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Kasus ini kembali memicu perdebatan politik di Washington dan mempertegas tuntutan publik agar semua pihak yang pernah berhubungan dengan Epstein diperiksa secara transparan.
Tidak ada komentar