x Pulau Seribu Asri

Awal 2026, Saham DADA Melonjak 35% dan Masuki Fase Kebangkitan

waktu baca 3 menit
Kamis, 8 Jan 2026 16:47 74 Denny Pohan

Viralterkini.id, Jakarta – Mengawali perdagangan awal tahun 2026, saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencatat lonjakan signifikan. Dalam waktu sekitar 15 menit perdagangan, harga saham DADA melonjak hingga 35% dari level Rp50 ke area yang lebih tinggi. Pergerakan cepat ini menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi dengan arah yang jelas dan didukung oleh volume transaksi yang solid.

Lonjakan harga saham tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme investor terhadap prospek kinerja perseroan ke depan. Emiten properti yang fokus pada pengembangan hunian bernilai tambah ini dinilai mulai menunjukkan perbaikan fundamental yang nyata, ditopang oleh portofolio proyek yang terus berjalan serta strategi bisnis yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah lonjakan kinerja laba perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan terakhir, perseroan mencatat pertumbuhan laba yang signifikan, bahkan mencapai ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III.

“Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujar Bayu.

Menurutnya, lonjakan laba sebesar ini kerap menjadi early signal bahwa valuasi lama sudah tidak lagi relevan. Harga saham DADA di level Rp50 dinilai belum mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang telah mengalami perbaikan signifikan.

Dalam dinamika pasar modal, tidak semua kenaikan harga saham dipandang sebagai fenomena jangka pendek. Sebagian justru menandai perubahan fase yang lebih fundamental. Kondisi inilah yang kini mulai dilekatkan pada saham DADA, yang sebelumnya relatif kurang diperhatikan pasar.

Di kalangan analis, saham dengan karakter seperti ini kerap disebut memasuki fase awakening, yakni transisi dari saham “tidur” menjadi saham dengan growth story yang mulai diperhitungkan. Lonjakan harga sekitar 35% dalam waktu singkat dinilai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan pembuka dari potensi fase baru dalam proses pembentukan valuasi.

“Bagi investor jangka menengah hingga panjang, pergerakan semacam ini sering dibaca sebagai sinyal awal terjadinya re-rating valuasi, di mana pasar mulai menyesuaikan harga saham dengan prospek dan fundamental perusahaan yang sebelumnya belum sepenuhnya tercermin,” jelas Bayu.

Selain itu, lonjakan tajam juga sering diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money, seiring respons pasar terhadap perbaikan kinerja yang terjadi lebih dahulu sebelum harga saham menyesuaikan secara bertahap.

Bayu menegaskan, pergerakan saham DADA kali ini memiliki pijakan yang lebih kuat dibanding saham-saham yang naik akibat rumor atau sentimen sesaat. Data kinerja riil perseroan menjadi faktor pembeda utama yang mendorong perubahan persepsi pasar, sehingga sebagian investor mulai menggeser strategi dari trading jangka pendek menuju pendekatan hold berbasis fundamental.

Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah faktor risiko, seperti kondisi makroekonomi global, daya beli masyarakat, serta realisasi kinerja keuangan perseroan pada kuartal-kuartal mendatang. Dengan potensi volatilitas yang masih ada, pendekatan selektif dan berbasis fundamental dinilai tetap menjadi kunci.

“Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan apabila perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Di tengah momentum pemulihan sektor properti, DADA berpotensi menjadi salah satu emiten yang ikut menikmati kebangkitan tersebut,” pungkas Bayu. (dp)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

WhatsApp Image 2026-01-11 at 14.22.35

INSTAGRAM

11 hours ago
12 hours ago
13 hours ago
13 hours ago
13 hours ago

TIKTOK

LAINNYA
x Pulau Seribu Asri
error: Content is protected !!