Kredit Foto: Datassential.com Viralterkini.id – Laporan Asian Food Trends baru-baru ini menunjukkan bahwa selera konsumen global kini semakin menuntut keaslian rasa dan kuliner regional Asia, bukan sekadar versi “generik Asia” atau fusion yang tidak jelas.
Tren ini mendorong restoran dan brand makanan untuk mengangkat cita rasa spesifik seperti Northern Thai, Sichuan, hingga Hokkaido Japanese ke level utama dalam menu.
Konsumen, terutama di pasar Amerika Serikat, mencari pengalaman kuliner yang memang menghormati tradisi dan karakter tiap kawasan Asia, bukan sekadar campuran rasa tanpa akar budaya.
Menurut analisis menu data, beberapa masakan Asia kini semakin sering tampil di menu restoran di luar Asia:
Sementara itu, masakan Filipino menjadi segmen yang paling cepat berkembang, meski baru ~10% dalam penetrasi menu.
Beberapa bahan tradisional Asia menunjukkan pertumbuhan penggunaan yang signifikan di restoran global:
Selain itu, salted egg yolk yang dulu lebih umum di Asia kini muncul di aplikasi kreatif seperti topping pada minuman atau dessert.
Tren ini membuka peluang besar bagi industri makanan dan minuman di Indonesia:
Data juga menunjukkan bahwa tren makanan Asia sangat dipengaruhi oleh generasi:
Tidak hanya di restoran, tren ini juga menyentuh pasar ritel. Merek-merek milik komunitas Asia (AAPI) mulai mengeluarkan pantry staple authentik yang memudahkan konsumen mempersiapkan masakan Asia di rumah, seperti saus atau bahan siap pakai premium yang mengekspresikan cita rasa budaya.
Masa depan makanan Asia bukan soal general Asian fusion, tetapi tentang hyper-specific regional cuisines — misalnya membedakan masakan Sichuan dari masakan Cina secara umum. Rasa premium seperti wagyu Asian style, uni (bulu babi), dan integrasi truffle bahkan menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat.
Selain itu, konsumen kini lebih memilih pengalaman kuliner interaktif, seperti Korean BBQ, hot pot, atau konsep DIY Asian bowls, yang memungkinkan pelanggan ikut menyesuaikan hidangan mereka sesuai cita rasa pribadi.
Untuk pelaku kuliner di Indonesia, tren ini bisa dioptimalkan melalui:
Tidak ada komentar